Uangnya Brasil Buat Harga Kopi Manis

823

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi Arabika berjangka di bursa komoditas internasional New York pada penutupan perdagangan Jumat (07/06) bangkit dari posisi harga terendah 1 pekan. Demikian  untuk  harga kopi Robusta di bursa ICE London rebound dari posisi rendah 1 pekan.

Kuatnya mata uang Real Brasil terhadap dolar AS mendorong terjadinya aksi bargain hunting di pasar kopi berjangka setelah perdagangan sebelumnya anjlok cukup signifikan. Harga kopi sebelumnya turun karena perkiraan dari Somar Meteorologia untuk suhu yang lebih hangat dan mengurangi risiko beku selama minggu depan di Minas Gerais, wilayah penghasil kopi arabika terbesar di Brasil.

Sentimen positif yang mendukung harga kopi dari laporan International Coffee Organisation (ICO) untuk memotong estimasi surplus kopi global 2018/19 menjadi 3,4 juta kantong dari perkiraan Mei 3,7 juta kantong. Selain itu, persediaan kopi saat ini terus menurun setelah persediaan kopi yang dipantau oleh ICE turun ke level terendah 8 bulan 2,389 juta kantong pada hari Rabu, turun dari tertinggi Maret 2,53 juta kantong pada bulan Maret 4-3/4.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu bulan Juli 2019 bursa New York  ditutup naik  2,95    poin atau 2,98% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $102.05 per lb.  Sedangkan harga kopi robusta kontrak bulan Juli di London ditutup naik  18  poin atau 1,27 % dari perdagangan sebelumnya ke posisi 1.431 per lb.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dan robusta berpotensi naik lagi oleh sentimen penurunan pasokan berdasarkam laporan ICE.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here