Harga Minyak Mentah di Asia Masih Dijual Lebih Tinggi

282

(Vibiznews-Commodity) – Minyak mentah dunia berjangka yang harganya di posisi tertinggi 4 hari kembali dibuka dengan harga yang lebih tinggi pada perdagangan awal pekan hari Senin (10/06). Kenaikan harga di pasar komoditas sesi Asia mendapat sentimen positif dari dipicu oleh pernyataan Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS berada di posisi  $53,99 per barel yang menguat  $1,40 atau membukukan kenaikan 2,6% dari perdagangan sebelumnya.  Demikian juga harga minyak patokan internasional berjangka alias  minyak mentah Brent naik $1,62 atau 2,6%, pada $63,29 per barel.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi di Rusia pekan lalu bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya harus memperpanjang pengurangan produksi minyak. Dia juga mengatakan bahwa sementara OPEC mendekati kesepakatan, diperlukan lebih banyak pembicaraan dengan negara-negara non-OPEC yang merupakan bagian dari kesepakatan untuk mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bpd), yang berakhir pada akhir bulan ini.

Selain ini pasokan juga telah dibatasi oleh sanksi AS terhadap ekspor minyak dari Venezuela dan Iran. Pada hari Kamis lalu, pemerintah AS memperketat tekanan pada perusahaan minyak milik negara Venezuela dengan menjelaskan bahwa ekspor oleh pengirim internasional dapat dikenakan sanksi.

Perdagangan pekan lalu kedua harga minyak ini  sempat mencapai level terendah sejak pertengahan Januari di $59,45 dan $50,60  masing-masing, setelah produksi minyak mentah AS mencapai rekor tertinggi baru dan stok mencapai rekor tertinggi sejak Juli 2017. Sentimen permintaan masih lemah karena investor khawatir tentang ekonomi global yang macet dan perang dagang yang semakin intensif antara Amerika Serikat dan Cina.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya berpotensi alami profit taking dan dapat terjun ke posisi support 52.77 – 51.05. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan menemui posisi   resisten 54.60 – 55.25.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here