Trump Kembali Mengancam China, Bursa Amerika Masih Cetak Untung

372

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika kembali memperpanjang keuntungan besar pekan lalu, setelah pasar merespon berita AS sudah mencapai kesepakatan dengan Meksiko tentang tarif impor. Berita tersebut telah meredakan beberapa kekhawatiran perdagangan yang telah membebani pasar sejak awal Mei.

Indeks Nasdaq yang sarat dengan saham teknologi mengungguli rekan-rekannya, melonjak 81,07 poin atau 1,1 persen menjadi 7.823,17, sementara Dow Jones dan S&P 500 mencapai level penutupan terbaik dalam sebulan. Indeks Dow Jones naik 78,74 poin atau 0,3 persen menjadi 26.062,68 dan indeks S&P 500 naik 13,39 poin atau 0,5 persen menjadi 2.886,73.

Secara sektoral, saham-saham semikonduktor memberikan kinerja terbaiknya sehingga menghasilkan lonjakan 2,5 persen Philadelphia Semiconductor Index. Kekuatan signifikan juga tetap terlihat di antara saham-saham finansial, dengan Indeks KBW Bank dan NYSE Arca Broker / Dealer Index masing-masing naik 1,1 persen dan 1,2 persen.

Saham-saham sektor  ritel dan transportasi juga mencetak kekuatan yang cukup besar sepanjang hari itu, sementara itu saham gas alam dan emas menunjukkan pergerakan menurun dan masuk zona negatif.

Trump mengungkapkan dalam sebuah posting di Twitter bahwa tarif 5 persen yang ditetapkan pada impor Meksiko  telah  ditangguhkan tanpa batas waktu. Penangguhan ancaman tarif terjadi ketika kedua negara menandatangani kesepakatan yang  akan membantu menghentikan aliran migran melalui Meksiko dan masuk ke AS.

Rincian dari kesepakatan yang diumumkan oleh Departemen Luar Negeri mengindikasikan bahwa Meksiko akan mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk meningkatkan penegakan untuk mengekang migrasi tidak teratur, termasuk mengerahkan 6.000 tentara dari Garda Nasional yang baru dibentuk ke perbatasan selatan.

Namun Presiden Trump juga memperingatkan di Twitter  bahwa tarif akan diberlakukan kembali jika badan legislatif Meksiko tidak menyetujui bagian yang belum terungkap tetapi sangat penting dari kesepakatan itu.

Untuk perkembangan baru perang dagang AS-China, Presiden Trump  mengindikasikan dalam sebuah wawancara dengan media bahwa ia akan terus menggunakan tarif untuk memajukan kepentingan Amerika dalam pembicaraan perdagangan dengan Cina. Trump berargumen bahwa tarif impor China yang ada saat ini akan memaksa Cina untuk membuat kesepakatan dan mengancam akan mengenakan tarif lebih banyak jika Presiden Cina Xi Jinping tidak menghadiri pertemuan yang direncanakan pada KTT G-20 akhir bulan ini.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here