Review Forex 11/06: Dolar AS Gagal Rally Karena Trump Salahkan Fed

406

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu Rabu (12/06), dolar AS melemah kembali setelah sempat bergerak rebound di sesi Asia dan Eropa. Sentimen negatif pasar menimbang dampak perang perdagangan yang sedang berlangsung dan ekspektasi tentang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve suatu saat dalam waktu dekat.

Bank Sentral Amerika atau The Fed yang dijadwalkan untuk mengumumkan kebijakan dan keputusan suku bunga setelah pertemuan mereka pada 18-19 Juni, diperkirakan akan menahan suku bunga kali ini.

Presiden AS Donald Trump sekali lagi menyerukan dolar yang lebih lemah. Dia mentweet bahwa Euro dan mata uang lainnya didevaluasi terhadap dolar, menempatkan AS pada kerugian besar. Karena suku bunga Fed terlalu tinggi, tambahnya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya ditutup turun 0,06% dari penutupan sebelumnya ke posisi 96.72 setelah sempat naik ke posisi tinggi di 96,88 dan turun ke posisi terendah 96,64.

Terhadap euro, dolar turun 0,15%, pada $ 1,1329, setelah melemah menjadi $ 1,1339 sebelumnya. Pound Sterling Inggris naik sekitar 0,3% terhadap dolar AS pada $ 1,2724, setelah sebelumnya ditutup pada $ 1,2683.

Yen Jepang sedikit melemah terhadap dolar, dengan satu unit dolar pada 108,51 yen, naik dari 108,45 yen pada perdagangan sebelumnya. Dolar AS sedikit berubah terhadap Aussie, naik sekitar 0,11% dan terhadap loonie Canada naik ke 1,3283 serta terhadap franc Swiss naik 0,23% di posisi 0,9921.

Data ekonomi AS semalam yang lumayan optimis tidak mampu menolong rebound dolar AS.  Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir naik tipis 0,2% pada Mei setelah naik 0,2% pada April.  Secara tahunan indeks harga produsen melambat menjadi 1,8% dari 2,2% pada bulan April, demikian juga pertumbuhan harga produsen inti tahunan juga turun ke 2,3% di bulan Mei dari 2,4% di bulan April.

Dalam berita ekonomi zona euro, data survei dari  Sentix menunjukkan kepercayaan investor zona euro terkikis tajam pada bulan Juni karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China yang merusak sentimen di blok mata uang tunggal.

Indeks kepercayaan investor untuk kawasan euro turun 8 poin menjadi -3,3 dari +5,3 di bulan Mei.  Ukuran situasi survei saat ini turun menjadi 6 dari 11 dan indeks ekspektasi jatuh 12 poin ke -12,3, level terendah sejak Februari. Survei juga menemukan bahwa investor sekarang mengharapkan stimulus dari bank sentral, terutama Federal Reserve AS.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here