Profit Taking Pangkas Lonjakan Harga Minyak Pasca Ledakan Tanker

165

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah yang menguat hingga 4 persen karena ledakan kapal tanker di kawasan teluk perdagangan sebelumnya, dibuka turun pada perdagangan sesi Asia hari Jumat (14/06) oleh profit taking. Namun dampak serangan kapal tanker di Teluk Oman masih membayangi pergerakan hari ini.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 17 sen atau 0,3%  pada $61,14 per barel, perdagangan sebelumnya sempat naik sebanyak 4,5%. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 39 sen atau 0,8% menjadi $51,89 per barel, perdagangan sebelumnya sempat naik sebanyak 4,5%.

Harga minyak melompat tinggi semalam dari posisi terendah 5 bulan  setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman yang memicu kekhawatiran berkurangnya aliran minyak mentah melalui salah satu rute pengiriman utama dunia. Serangan di dekat Iran dan Selat Hormuz ini membalas kekhawatiran tentang permintaan global yang menekan harga beberapa pekan terakhir.

Ini adalah kedua kalinya dalam sebulan tanker diserang di zona terpenting dunia untuk pasokan minyak, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah AS dengan cepat menyalahkan Iran atas serangan Kamis, tetapi Teheran dengan terang-terangan membantah tuduhan itu.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya berpotensi naik kembali ke posisi resisten 52.37 – 53.45. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik menemui posisi support 51.27 – 50.48.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here