Bursa Amerika Rally Kuat Oleh Optimisme Perang Dagang Berakhir

619

(Vibiznews – Index) – Adanya optimisme potensi kesepakatan perdagangan AS-China dan  pemangkasan suku bunga jangka pendek oleh Federal Reserve, membuat saham-saham bursa Amerika bergerak naik tajam. Indeks utama bergerak rally dan mengakhiri sesi di level penutupan terbaik lebih dari sebulan.

Penutupan bursa Wall Street beberapa saat lalu Rabu (19/06) indeks Dow Jones naik 353,01 poin atau 1,4 persen menjadi 26,465,54, indeks Nasdaq melonjak 108,86 poin atau 1,4 persen menjadi 7.953,88 dan indeks S&P 500 melonjak 28,08 poin atau 1 persen menjadi 2.917,75.

Secara sektoral, saham semikonduktor bergerak naik tajam dengan  indeks Semikonduktor Philadelphia melonjak sebesar 4,3 persen di tengah optimisme tentang potensi kesepakatan perdagangan AS-China.  sebelumnya saham pembuat chip tertekan oleh dampak sengketa perdagangan AS dan China terhadap raksasa teknologi China, Huawei.

Kekuatan substansial juga terlihat di antara saham baja, yang terlihat pada lonjakan 3,7 persen NYSE Arca Steel Index. Indeks mencapai level penutupan terbaik dalam lebih dari sebulan.

Saham layanan minyak juga bergerak naik dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 2,8 persen, diuntungkan oleh kenaikan tajam harga minyak mentah. Demikian juga saham telekomunikasi, perangkat keras komputer, jaringan, dan keuangan juga bergerak lebih tinggi.

Saham memperpanjang langkah kuatnya setelah Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah posting di Twitter bahwa ia memiliki percakapan telepon yang  sangat bagus  dengan Presiden Cina Xi Jinping dan akan mengadakan pertemuan   pada pertemuan puncak G20 minggu depan.

Tweet dari Trump telah menyebabkan optimisme baru bahwa AS dan China akhirnya bisa mencapai kesepakatan untuk mengakhiri sengketa perdagangan jangka panjang mereka. Trump sebelumnya mengancam akan menaikkan tarif barang China senilai $300 miliar lagi jika Xi tidak menghadiri KTT G20.

Optimisme kesepakatan perang dagang AS-China menambah optimisme The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya yang  diperkirakan akan memberikan sinyal kuat penurunan suku bunga.

Namun perlu dicatat kesepakatan AS-China yang menghapuskan tarif yang diberlakukan baru-baru ini dapat membuat The Fed memikirkan kembali perlunya memangkas suku bunga. Trump telah mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga dan dapat meningkatkan tekanan pada bank sentral setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi menyarankan ia dapat memberikan stimulus tambahan.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here