BI Berencana Turunkan Biaya Transfer Antar Bank

651

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Bank Indonesia (BI) berencana menurunkan biaya transfer antarbank dari sebelumnya Rp 6.500  menjadi Rp 3.500. Perusahaan switching mulai menghitung dampak penurunan biaya ini.

Dalam rangka mewujudkan platform keuangan bertajuk BI Fast Payment, Bank Indonesia berupaya menurunkan biaya transfer antarbank. Ibu Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem pembayaran BI sebelumnya mengatakan,” BI Fast Payment diharapkan bisa menyediakan layanan realtime, nonstop dan berbiaya murah.”

Apa komentar dari berbagai pihak terkait hal ini?

Armand Widjaja, CEO PT Alto Network, pengelola jaringan ATM Alto mengatakan : “Saya belum bisa komentar soal ini, karena mesti mempelajari dampaknya dulu.” Namun,  Armand turut mendukung rencana bank sentral guna meningkatkan sistem keuangan nasional.

Lain halnya dengan pendapat Bayu Hanantasena. Direktur Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis yang merupakan pengelola ATM Bersama tersebut menyatakan, rencana BI tersebut memang pasti akan berdampak pada pendapatan. “Namun hal tersebut akan bergantung terhadap beberapa hal, misalnya seberapa elastisitas trafik, apakah dengan biaya yang diturunkan, akan terjadi kenaikan trafik?” katanya.

Bayu menambahkan, komisi yang didapatkan perusahaan switching atas biaya transfer pada dasarnya paling kecil dibandingkan bank pengirim (pemilik ATM), maupun bank tujuan. Apalagi dari rata-rata perusahaan switching Indonesia telah mengandalkan teknologi Base 24, teknologi yang lebih andal tentunya dengan biaya mahal. Sehingga penurunan biaya transfer akan berdampak terhadap pendapatan Artajasa.

Sementara itu, Rudy Ramli, salah satu pemegang saham Alto menjelaskan, dari Rp 6.500 biaya transfer antarbank, Rp 3.500 diberikan kepada bank pemilik ATM, sementara perusahaan switching dan bank penerima masing-masing mendapatkan Rp 1.500. Dengan perkembangan perbankan digital, menjadikan biaya transfer antarbank dapat lebih murah karena transfer sudah bisa melalui ponsel, mobile banking, internet banking, tidak menggunakan ATM lagi.

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here