Harga Minyak Dunia Tertinggi 20 Hari Oleh Harapan Turunnya Pasokan AS

481

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah di perdagangan akhir sesi Amerika hari Selasa beberapa saat lalu Rabu (26/06)  naik tipis ke posisi tertinggi 20 hari  menjelang data AS yang diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah menurun di sana, melebihi kekhawatiran investor bahwa ketegangan perdagangan AS-China dapat membebani permintaan bahan bakar.

Harga minyak berjangka acuan internasional atau minyak  mentah Brent naik 32 sen atau 1,4%  pada $65,18 per barel. Pada perdagangan sebelumnya harga ditutup turun 0,5%. Harga minyak mentah berjangka WTI AS naik 18 sen  atau 1,5% menjadi $58,09 per barel, perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,8%.

Investor mengabaikan komentar Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat akan melenyapkan bisnis  Iran jika menyerang  apa pun yang dimiliki Amerika.

Kegelisahan pasar minyak atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah mereda setelah Trump menargetkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi Iran lainnya untuk target sanksi, setelah membatalkan serangan udara pembalasan.

Sinyal bullish untuk minyak didapat dari survey pasar  bahwa persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun untuk minggu kedua berturut-turut minggu lalu. Data  stok minyak mentah tersebut akan dilaporkan American Petroleum Institute (API), dan juga akan dikonfirmasi oleh laporan  Administrasi Informasi Energi (EIA) hari Kamis pagi.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya berpotensi retreat oleh profit taking   ke posisi  support 57.46 – 56.50. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik menemui posisi resisten 58.10 – 58.95.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here