Dampak Perang Dagang Amerika Serikat – China

1473

Perhatian semua pasar keuangan global setahun terakhir disita oleh perseteruan dagang 2 negara ekonomi besar yaitu Amerika Serikat dan China. Presiden Trump keberatan dengan praktik perdagangan China yang tidak adil sehingga perlu  menekan China untuk mengubah kebijakan tarif impornya terhadap beberapa barang tertentu.

Amerika Serikat menganggap bahwa bahwa perilaku China tidak dapat didisiplinkan dengan dengan aturan main WTO yang yang ada dan bahwa bahwa WTO selama ini  tidak menguntungkan AS. Oleh karena itu Amerika Serikat harus bertindak secara unilateral.

Presiden Trump mengeluarkan kebijakan menaikkan tarif impor China dari 10% menjadi 25% kepada US$200 miliar produk dari negeri Tiongkok tersebut yang berlaku sejak tanggal 10 Mei 2019.

Perang perdagangan AS-Cina meningkat pada hari Senin (13/05) ketika kemudian
pemerintahan China di Beijing mengumumkan akan menaikkan tarif yang menyakitkan atas US$ 60 miliar dalam ekspor AS mulai bulan Juni.

Analisa lain terjadinya perang dagang AS-China menurut seorang ekonom dari Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) – DR. Telissa Aulia Fallianty yaitu permasalahan politik dalam negeri Amerika Serikat. Seperti diketahui Presiden Trump akan mengakhiri jabatannya sebagai Presiden AS hingga tahun 2020, sehingga perlu bagi dia untuk melakukan sesuatu yang mendukungnya terpilih dalam pemilihan Presiden berikutnya.

Dampak Perang Dagang AS-China

Kalau melihat dampak secara langsung perang dagang kedua negara ekonomi terbesar dunia ini bagi perdagangan dalam negeri Indonesia sepertinya tidak ada, namun ternyata terdapat beberapa faktor dampak yang tidak langsung akibat perseteruan AS dan China. DR. Telissa memprediksi dampak perang dagang secara indirect seperti :

  • Relokasi PMA dari China ke negara-negara Asia Tenggara (Vietnam, Malaysia, Thailand), Indonesia dapat namun paling sedikit.
  • Meningkatnya volatilitas di pasar keuangan global
  • Imbas negatif ke bursa saham domestik dan nilai
    tukar rupiah
  • Penularan perang dagang ke region lainnya (AS-Eropa),
    ada Trade War Trinity
  • Meningkatnya ketidakpastian di kebijakan
    perdagangan internasional

Karenanya pemerintah Indonesia juga perlu mewaspadai dampak diatas mengingat kondisi perdagangan luar negeri yang masih mencetak defisit sehingga posisi current account semakin membaik.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here