Bursa Korea Merah Pada Penutupan Bursa Asia 2 Juli

500

(Vibiznews – Index) – Pada penutupan bursa saham Asia hari Selasa (02/07),  saham Asia  bervariasi  karena data manufaktur global yang lemah menyalakan kembali kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan. Selain itu juga AS mengusulkan tarif baru pada barang-barang Eropa sebagai bagian dari perselisihan yang berkelanjutan tentang subsidi pesawat.

Bursa saham China berakhir  negatif dengan indeks komposit Shanghai turun 0,03% setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa pembicaraan perdagangan dengan China telah  dimulai  tetapi kesepakatan apa pun perlu sedikit miring untuk menguntungkan Washington.

Saham Hong Kong naik tajam karena pasar kembali diperdagangkan setelah libur pada hari Senin. Indeks Hang Seng menguat 332,94 poin atau 1,17 persen menjadi 28.875,56 kendati para pemrotes menyerbu dan merusak gedung legislatif di kota itu.

Pasar saham Australia ditutup nyaris flat setelah dibuka kuat  karena bank sentral negara itu menurunkan suku bunga ke level terendah baru 1 persen, indeks  ASX 200 naik tipis 5,10 poin atau 0,08% menjadi 6.653,20 diperkuat saham-saham kelas berat pertambangan seperti  BHP dan Rio Tinto

Saham-saham Selandia Baru menyentuh rekor tertinggi sebelum mengakhiri level tertinggi hari ini  dengan indeks NZX 50 ditutup naik 67,41 poin atau 0,64 persen pada 10.531,94, dipimpin oleh kenaikan saham utilitas dan saham-saham pokok konsumen.

Perdagangan saham Jepang berakhir sedikit lebih tinggi karena skeptis tentang apakah Amerika Serikat dan China dapat mencapai kesepakatan, indeks  Nikkei naik tipis 0,11 persen menjadi 21.754,27 setelah menguat lebih dari dua persen pada hari sebelumnya. Diperkuat oleh saham  teknologi terus naik seperti Tokyo Electron naik 3 persen dan Advantest naik 0,8 persen.

Bursa saham Seoul ditutup lebih rendah karena kekhawatiran ekonomi setelah Jepang bergerak untuk memotong bahan penting bagi industri teknologi penting Korea Selatan. Indeks Kospi turun 0,36 persen menjadi 2.122,02 dengan tekanan anjloknya saham pemimpin pasar Samsung Electronics turun 0,8 persen, saham  farmasi Celltrion turun 1,4 persen, saham kimia LG Chem turun 1,8 persen dan saham mobil Hyundai Motor turun 2,8 persen.

Demikian juga terjadi pergerakan positif di  bursa saham Indonesia dengan IHSG menguat  0,08 persen ke 6384.89, dengan dukungan besar  dari kenaikan  saham-saham sektor manufaktur dan  industri dasar.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here