Bursa Amerika Cetak Rekor Ditengah Gejolak Perdagangan Eropa

295

(Vibiznews – Forex) – Bursa saham Amerika terpantau kembali mencetak keuntungan yang besar hingga mencetak rekor penutupan tinggi pada akhir perdagangan saham beberapa saat lalu Rabu (03/07).  Indeks S&P 500 mencapai rekor penutupan tertinggi baru, sementara Dow Jones mengakhiri sesi pada penutupan tertinggi sembilan bulan.

Indeks Nasdaq naik 17,93 poin atau 0,2 persen menjadi 8.109,09, indeks Dow Jones naik 69,25 poin atau 0,3 persen menjadi 26.786,68,  dan indeks S&P 500 naik 8,68 poin atau 0,3 persen menjadi 2.973,01.

Secara sektoral, saham emas menunjukkan pergerakan rebound substansial bersama dengan harga logam mulia, dengan NYSE Arca Gold Bugs Index melonjak sebesar 3,6 persen setelah menukik 3,7 persen pada hari Senin.

Kekuatan yang cukup besar juga muncul di antara saham-saham telekomunikasi, sebagaimana tercermin oleh lonjakan 1,9 persen oleh NYSE Arca North American Telecom Index.  Saham real estat komersial, tembakau, dan utilitas juga bergerak lebih tinggi, sementara kelemahan signifikan tetap terlihat di antara saham energi.

Mencerminkan kelemahan di sektor energi, Philadelphia Oil Service Index anjlok 3 persen, NYSE Arca Natural Gas Index anjlok 2,5 persen dan NYSE Arca Oil Index merosot 1,7 persen.  Saham-saham baja dan semikonduktor juga berada di bawah tekanan selama sesi sehingga membatasi kenaikan yang terjadi.

Pergerakan harga saham diawal sesi sempat bergolak oleh munculnya sentimen ketidakpastian baru tentang perdagangan global setelah AS mengusulkan tarif baru pada lebih banyak barang Eropa sebagai bagian dari perselisihan yang sedang berlangsung mengenai subsidi pesawat.

Perwakilan Dagang AS mengeluarkan daftar tambahan produk senilai sekitar $ 4 miliar yang berpotensi dikenakan bea tambahan. Menanggapi komentar publik dan analisis tambahan, USTR menambahkan daftar tambahan ke daftar awal produk senilai $ 21 miliar yang diterbitkan pada 12 April.

Ancaman tarif tambahan datang ketika AS dan Uni Eropa terlibat dalam perselisihan Organisasi Perdagangan Dunia mengenai subsidi pesawat UE. Sementara AS dan China telah sepakat untuk memulai kembali perundingan perdagangan yang macet.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here