Posisi Dolar AS di Asia Terhadap Uang Lainnya Memburuk

317

(Vibiznews – Forex) – Ditengah perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (03/07), perjuangan dolar AS masih lemah karena memudarnya harapan untuk setiap kesepakatan perdagangan jangka pendek China-AS yang menghidupkan kembali permintaan safe-haven dan mendorong hasil obligasi AS turun ke level terendah sejak akhir 2016.

Selain imbal hasil obligasi AS, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris juga sedang alami penurunan  ke posisi terendah 2-1/2-tahun merespon komentar yang terdengar dovish dari Gubernur Bank of England Mark Carney sehingga  menekan poundsterling juga.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya sedang bergerak lemah 0,01% dari penutupan sebelumnya ke posisi 96.72 setelah  dibuka pada posisi  96.76 dan sempat terjun ke posisi terendah 96.66.

Poundsterling stabil di $1,2592 setelah anjlok  0,35% pada hari sebelumnya ke posisi terendah dua minggu pada $ 1,2584. Presiden BOE Mark Carney mengatakan pada hari Selasa bahwa perang perdagangan global dan Brexit tanpa kesepakatan meningkatkan risiko terhadap ekonomi Inggris, yang mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan untuk mengatasi penurunan, mendorong investor untuk meningkatkan taruhan mereka pada pelonggaran bank sentral.

Posisi Euro bergerak kuat pada $1,1291 setelah perdagangan hari sebelumnya bergerak volatile pada kisaran $1,1275  – $ 1,1322. Euro mendapat tenaga  setelah sebuah laporan media bahwa pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juli. Tetapi kemudian tergelincir setelah Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde,  dinominasikan sebagai presiden ECB berikutnya.

Dolar AS sedang anjlok  0,3% menjadi 107,580 yen, setelah awal pekan sempat mendaki  ke posisi tertinggi 12 hari di 108,535. Yen menguat leh permintaan safe haven merespon  komentar dovish Gubernur BoE Carney yang membantu menekan imbal hasil obligasi global.

Terhadap kurs komoditas seperti aussie dolar, dolar AS bergerak turun  di $ 0,6995 melanjutkan penurunan  0,4% pada hari sebelumnya. Aussie menguat setelah Reserve Bank of Australia memangkas suku bunga tetapi menawarkan pandangan yang lebih seimbang.

Untuk perdagangan hari ini, analyst  memperkirakan indeks dolar selanjutnya berpotensi alami pergerakan yang semakin lemah  ke posisi  support 96.59 – 95.90. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan naik menemui posisi resisten 96.88 – 97.78.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here