Bursa Utama Asia Awal Pekan Ambruk Semua Karena Data NFP AS

406

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Asia awal pekan retreat pada perdagangan hari Senin (08/07) merespon rilis  data pekerjaan AS yang kuat pekan lalu yang membuat ekspektasi untuk penurunan suku bunga jangka pendek oleh Federal Reserve memudar.

Ketegangan geopolitik juga merusak sentimen pasar setelah Iran mengatakan akan melanggar batas yang ditetapkan pada pengayaan uranium di bawah perjanjian nuklir 2015 dengan kekuatan negara utama dunia.

Indeks Shanghai Composite China anjlok sebanyak 77,70 poin atau 2,58 persen menjadi 2.933,36 karena pembicaraan perdagangan AS-China dilanjutkan dengan panggilan telepon. Ketika para pejabat berusaha menyelesaikan perang dagang, Wakil Presiden China Wang Qishan memperingatkan terhadap  proteksionisme atas nama keamanan nasional, dan menyerukan kekuatan-kekuatan besar untuk memberikan lebih banyak kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas global.

Sementara itu di perdagangan bursa saham  Hong Kong, indeks  Hang Seng turun 443,14 poin atau 1,54 persen dari perdagangan sebelumnya menjadi 28.331,69.

Bursa saham Jepang jatuh karena  data pesanan mesin yang lemah memicu kekhawatiran tentang permintaan domestik. Pesanan mesin inti di Jepang turun 7,8 persen secara berurutan di bulan Mei,  meleset dari ekspektasi untuk penurunan 3,7 persen setelah kenaikan 5,2 persen pada April. Indeks  Nikkei berakhir turun 212,03 poin atau 0,98 persen menjadi 21.534,35 dengan tekanan paling kuat anjloknya saham besar seperti  SoftBank turun 1,7 persen dan Fanuc turun 0,9 persen.

Perdagangan saham di bursa Seoul jatuh karena perselisihan tentang kerja paksa masa perang yang mengancam akan mengganggu pasokan chip memori dan smartphone Korea Selatan. Indeks  Kospi berakhir turun 46,42 poin atau 2,20 persen menjadi 2.064,17 dengan saham Raksasa teknologi Samsung Electronics anjlok 2,7 persen dan SK Hynix turun 1,5 persen.

Pasar saham Australia anjlok tajam  dengan tekanan paling kuat dari anjloknya saham  bank dan penambang. Indeks acuan ASX 200 turun 79,10 poin atau 1,17 persen menjadi 6.672,20. Demikian juga bursa saham New Zealand  berfluktuasi sebelum berakhir sedikit berubah dengan bias negatif, terseret oleh anjloknya saham bank-bank  dan saham kapital besar Susu A2 kelas berat melonjak sebanyak 2,2 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here