Harga Minyak Mentah Dikhawatirkan Prospek Permintaan Global

289

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah di awal perdagangan sesi Asia hari Selasa (09/07)  turun  di tengah kekhawatiran atas prospek permintaan setelah tanda-tanda terbaru bahwa perselisihan perdagangan internasional telah menyeret ekonomi global, meskipun ketegangan di Timur Tengah menawarkan beberapa dukungan untuk harga.

Harga minyak mentah berjangka acua internasional atau minyak Brent turun 21 sen atau 0,3%  pada $63,90 per barel, sebelumnya telah anjlok 12 sen. Demikian harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 20 sen, atau 0,4%, menjadi $57,46 per barel, setelah sebelumnya naik 15 sen.

Harga minyak sedang ditekan oleh kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang permintaan karena perang perdagangan AS-China, menuju tahun kedua, yang mengurangi prospek pertumbuhan ekonomi global.

Dampak ketegangan perdagangan global sudah terlihat di Jepang dengan data pesanan mesin inti Jepang turun paling banyak dalam delapan bulan, data menunjukkan pada hari Senin. Dan pagi ini pemerintah Jepang  menunjukkan bahwa upah riil di negara itu turun selama lima bulan berturut-turut.

Sementara itu, Goldman Sachs mengatakan pertumbuhan produksi serpih AS kemungkinan akan melampaui permintaan global setidaknya sampai 2020, membatasi kenaikan harga minyak meskipun pembatasan produksi dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI akan turun terus ke posisi support 56.98 – 55.30. Namun jika bergerak tinggi akan mendaki ke posisi resisten 58.05 – 59.10.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here