Harga Minyak di Asia Semakin Mahal Karena Badai di Teluk Meksiko

229

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah di perdagangan sesi Asia hari Kamis (11/07) naik mencapai level tertinggi enam minggu oleh pemberitaan perkiraan badai di Teluk Meksiko, mengancam produksi minyak mentah. Selain itu juga adanya insiden dengan   kapal tanker Inggris di Timur Tengah menambah ketegangan yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 34 sen  atau 0,6%  pada $60,77 per barel setelah sebelumnya menyentuh posisi tertinggi sejak 23 Mei di $60,83.  Demikian harga minyak mentah berjangka Brent membalikkan kerugian awal dan naik 30 sen  atau 0,5%, pada $67,31 per barel, setelah sebelumnya sempat naik  setinggi $ 67,38, tertinggi sejak 30 Mei.

Lima kapal yang diyakini milik Pengawal Revolusi Iran mendekati sebuah kapal tanker minyak Inggris pada hari Rabu dan memintanya untuk berhenti di perairan Iran dekat, tetapi mundur setelah kapal perang Inggris memperingatkan mereka melalui radio.

Peristiwa ini menambah ketegangan tinggi di Timur Tengah setelah serangan terhadap tanker dan jatuhnya pesawat AS oleh Iran bulan lalu, menyusul penarikan sepihak Presiden Donald Trump dari perjanjian multi-partai dengan Teheran untuk mengakhiri program nuklirnya.

Akan terjadi badai besar pertama  Atlantik di kawasan Teluk Meksiko, sehingga pihak regulator AS perintahkan lima belas platform produksi dan empat rig dievakuasi di utara tengah Teluk Meksiko. Perusahaan minyak setempat memindahkan pekerja ke tempat yang aman sebelum badai diperkirakan akan menjadi badai pada hari Jumat.

Kenaikan harga minyak juga didukung oleh penurunan persediaan minyak mentah  AS, dimana pasokan minyak mentah AS turun 9,5 juta barel dalam sepekan hingga 5 Juli menurut laporan Administrasi Informasi Energi (EIA).  Pasokan minyak AS  sekarang telah jatuh selama empat minggu berturut-turut, menurut EIA. Namun, output AS meningkat lagi setelah penurunan singkat dari level rekor, dimana produksi pekan lalu naik menjadi 12,3 juta barel per hari.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI akan mendaki ke posisi resisten 61.10 – 62.40. Namun jika bergerak lemah akan turun terus ke posisi support 58.86 – 57.30.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here