Harga Minyak Naik Tipis Merespon Data Campuran Ekonomi China

473

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak naik tipis pada hari Senin (15/07) karena produksi industri dan data ritel China melampaui ekspektasi tetapi kenaikan dibatasi oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi triwulanan China dalam 27 tahun.

Harga minyak mentah berjangka AS naik 19 sen, atau 0,32%, pada $ 60,40 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 40 sen, atau 0,6%, menjadi $ 67,12 per barel pada 0923 GMT.

Kedua kontrak pekan lalu membukukan kenaikan mingguan terbesar mereka dalam tiga minggu terakhir akibat pemotongan produksi minyak AS dan ketegangan diplomatik di Timur Tengah.

Perdagangan Asia dan Eropa awal didorong oleh data ekonomi China yang lebih positif, yang dapat menunjukkan keberhasilan awal dalam upaya stimulus pemerintah dan berpotensi lebih banyak permintaan minyak di ekonomi nomor dua dunia.

Analis di bank ANZ mengatakan impor minyak mentah China dari tahun ke tahun masih terlihat mengesankan, bahkan ketika impor turun pada bulan Juni untuk bulan kedua berturut-turut.

Kilang minyak mentah China naik ke rekor 13,07 juta barel per hari pada Juni, naik 7,7% dari tahun sebelumnya, menyusul dimulainya dua kilang besar baru, data resmi menunjukkan pada hari Senin.

Namun, pertumbuhan ekonomi hanya 6,2% pada kuartal kedua tahun 2019 – yang terburuk dalam 27 tahun – mengisyaratkan dampak dari ketegangan perdagangan dengan Washington dan meningkatkan kemungkinan bahwa lebih banyak insentif mungkin diperlukan untuk mempercepat ekonomi.

Meskipun gencatan disepakati antara presiden China dan AS bulan lalu, perang dagang tetap belum terselesaikan.

Badan Energi Internasional yang bermarkas di Paris mengatakan dalam laporan bulanannya pada hari Jumat bahwa produksi yang berlimpah dan pertumbuhan yang lamban akan membuat pasar minyak semakin kelebihan pasokan memasuki tahun 2020.

Kilang di jalur Badai Tropis Barry terus beroperasi, meskipun badai telah memangkas produksi minyak mentah Teluk Meksiko sebesar 73%, atau 1,38 juta barel per hari.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan masih ada hasil positif data ekonomi China, ditambah sentimen positif sebelumnya seperti pemotongan produksi AS dan ketegangan di Timur Tengah. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 60,90-$ 61,40, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 59,60-$ 59,10.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here