Hang Seng dan Kospi Terkuat Pada Bursa Asia 16 Juli

704
indeks kospi

(Vibiznews – Index) – Pada penutupan perdagangan bursa saham Asia hari Selasa (16/07) banyak indeks bursa utama masih terkurung di zona merah, kecuali bursa Hong Kong dan Korea Selatan. Sentimen yang mempengaruhi perdagangan pasar oleh penantian hasil pendapatan dari perusahaan-perusahaan besar AS serta data ekonomi utama yang akan dirilis pekan ini untuk pengarahan kebijakan moneter Fed.

Perdagangan saham China terperosok setelah tiga sesi alami kenaikan dengan indeks Shanghai Composite turun 4,57 poin atau 0,16 persen menjadi 2.937,62, sementara itu indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong naik tipis 0,23 persen menjadi 28.619,62.

Bursa saham Jepang melemah dengan indeks Nikkei berakhir turun 150,65 poin atau 0,69 persen pada 21.535,25  setelah libur nasional pada hari Senin. Saham eksportir melemah sekalipun yen sedang melemah, seperti saham Canon, Sony dan Panasonic turun 1-3 persen. Saham kelas berat SoftBank Group merosot 1,2 persen, Fanuc Corp turun 1,5 persen dan FamilyMart merosot 2,7 persen.

Dikawasan pasifik, pasar saham Australia berakhir sedikit lebih rendah, terseret oleh anjloknya saham perusahaan keuangan dan energi. Indeks  ASX 200 turun 12 poin atau 0,18 persen menjadi 6.641, tertekan oleh risalah dari pertemuan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia pada bulan Juli menunjukkan bank sentral siap untuk menurunkan suku bunga lagi tahun ini  jika diperlukan.

Demikian juga di bursa saham New Zealand,  berakhir sedikit lebih rendah dengan indeks acuan  NZX 50 ditutup turun 15,36 poin atau 0,14 persen pada 10.651,20 setelah sebuah laporan pemerintah menunjukkan inflasi harga konsumen di negara itu naik 0,6 persen secara berurutan pada kuartal kedua 2019.

Pergerakan kuat di bursa saham Korea Selatan terjadi ditengah  investor menunggu isyarat dari hasil pendapatan kuartal kedua yang akan dirilis akhir bulan ini. Indeks Kospi naik 9,39 poin atau 0,45 persen menjadi berakhir pada 2.091,87. Saham pembuat mobil melawan tren naik, dengan Hyundai Motor jatuh 3,6 persen dan Kia Motors menurun 1,9 persen.

Indeks Straits Times Singapura naik 0,3 persen meskipun Otoritas Moneter Internasional menurunkan prospek pertumbuhan negara untuk 2019, mengutip permintaan asing yang lemah di tengah sengketa perdagangan.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here