Neraca Perdagangan Juni 2019 Surplus

227

(Vibiznews – Economy & Business) – Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis angka nilai ekspor Indonesia bulan Juni 2019 yang mencapai US$11,78 miliar, sedangkan angka impor Indonesia bulan Juni 2019 mencapai US$11,58 miliar. Hal ini menyebabkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$200 juta, ini merupakan berita gembira di tengah ekonomi global yang mengalami kelesuan, neraca perdagangan Indonesia masih bisa surplus.

Namun demikian, secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2019 mencapai US$80,32 miliar atau menurun 8,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$74,21 miliar atau menurun 6,54 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa meskipun Indonesia mengalami surplus di bulan Juni 2019, Indonesia tetap perlu meningkatkan ekspor sesuai arahan Presiden Jokowi.

“Tiap tahun kita lihat (surplus) ada yang sifatnya berpengaruh dari musiman, ada juga yang sifatnya adalah tren. (Oleh karena itu) ekspor harus terus digenjot,” ungkapnya di Kantor Pusat Ditjen Pajak (DJP), Jakarta, Senin (15/07).

Sementara itu, Bank Indonesia menilai surplus neraca perdagangan pada Juni 2019 berdampak positif terhadap prospek neraca transaksi berjalan 2019, yang diprakirakan defisit dalam kisaran 2,5%–3,0% terhadap PDB. Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat menjaga stabilitas eksternal, termasuk prospek neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa surplusnya neraca perdagangan adalah prestasi pemerintah untuk mengelola APBN dengan cermat dan juga adanya sinergi kebijakan antara regulator dan pemerintah yang saling menunjang.

 

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

Editor : Asido Situmorang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here