Industri Properti di Seputaran MRT Bangkit di Semester 2, Proyek Baru Bermunculan

1301
Photo: Vibizmedia

(Vibiznews – Property) – Pembangunan infrastruktur yang akan terus dilanjutkan oleh pemerintah Jokowi memberikan angin segar harapan baru untuk bangkitnya kembali industri properti di Tanah Air. Geliat produksi dan pasar belakangan ini semakin terlihat, khususnya pada lokasi yang sejalan dengan proyek transportasi massal Mass Rapid Transportation (MRT).

Salah satu pengembang besar, PT Intiland Development Tbk (DILD), menyatakan melalui Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi, Archied Noto Pradono, bahwa saat ini Intiland memiliki 8 proyek yang terhubung dengan MRT.

“Dengan adanya MRT kita bikin program ke konsumen tentang produk kita. Intiland ada 7-8 proyek yang ada di MRT. Kita akan gencarkan lagi di paruh kedua ini. Kita banyak sekali proyek di koridor MRT,” kata Archied, kepada media baru-baru ini di Jakarta (15/7).

Disebutkan bahwa Intiland akan kembali menggencarkan program #LivingConnected yang telah digaungkan perusahaan beberapa waktu lalu. Ini dikarenakan, pada semester pertama 2019, industri properti cukup terganggu dengan adanya agenda politik pemilihan umum dan pemilihan Presiden.

Archied meyakini, dengan adanya insentif yang dikeluarkan pemerintah serta ditambah dengan stabilnya kondisi politik di Tanah Air belakangan ini, akan kembali menggeliatkan minat masyarakat untuk membeli produk properti.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memberikan lima kebijakan insentif di sektor properti, di antaranya peningkatan batasan tidak kena PPN rumah sederhana sesuai daerahnya, pembebasan PPN atas rumah/bangunan korban bencana alam dan peningkatan batas nilai hunian mewah yang dikenakan PPh dan PPNBM.

Group Intiland dikatakan berencana untuk meluncurkan dua proyek yang lokasinya berdekatan dengan jalur MRT. Archied mengungkap bila perseroan akan meluncurkan South Quarter Residence tahap II yang diperkirakan dapat memberikan kontribusi marketing sales sebesar Rp700 miliar.

Perusahaan yang sudah beroperasi lebih dari 40 tahun itu memiliki 8 proyek hunian yang terintegrasi dengan MRT. Dengan mengusung tagline “stay on the blue line”, Intiland berharap dapat meraup keuntungan dari adanya pembangunan proyek MRT.

Beberapa proyek Intiland yang terintegrasi dengan MRT adalah 57 Promenade yang berada di Kawasan Hotel Indonesia, Intiland Tower di Sudirman, 1 Park Avenue yang secara jarak berdekatan dengan Blok M, South Quarter dan South Quarter Res di Fatmawati, serta South Grove, Serenia Hills, dan Poins yang dekat dengan stasiun Lebak Bulus.

 

Selain Intiland, pengembang besar lainnya yang aktif menggarap potensi bisnis di sekitar MRT adalah PT Pakuwon Jati Tbk, pengelola Blok M Plaza. Kabarnya, dengan adanya MRT okupansi di Blok M Plaza telah melonjak 100 hingga 150 persen.

Perkembangan ini menarik. Karena sebelum adanya kehadiran MRT, wilayah Blok M sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat, berangsur semakin sepi. Ini disebabkan masalah jarak dan akses transportasi massal yang belum terkoneksi baik saat itu.

Tetapi hari-hari ini, dengan adanya MRT, pengunjung Blok M Plaza bisa mencapai 20 ribu hingga 25 ribu orang per hari. Jauh meningkat bila dibandingkan jumlah kunjungan sebelum adanya MRT yang hanya mencapai 8 ribu hingga 10 ribu orang per hari.

Pengembang property lain, seperti PT Jaya Real Property Tbk, PT Jaya Properti Fatmawati juga aktif memanfaatkan peluang bisnis kue infrastruktur yang berkembang. Perusahaan menawarkan proyek apartemen Creative Office and Residence (CORE) yang berada di wilayah Cipete, yang diharapkan dapat menjawab tren gaya hidup kaum milenial urban yang mementingkan akses dan kemudahan beraktivitas.

Di kawasan Thamrin, sebagai informasi, ada proyek properti yang juga akan menyediakan akses penghubung yaitu gedung Thamrin Nine. Bangunan multifungsi ini terkoneksi dengan Stasiun Dukuh Atas. Pembangunan akses penghubung itu merupakan bagian dari kesepakatan antara PT MRT Jakarta dengan PT Putra Gaya Wahana yang bertujuan memperlancar pergerakan masyarakat menuju Thamrin Nine dan sekitarnya.

 

Analis Vibiz Research Center melihat geliat properti di seputaran MRT Jakarta ini akan berpeluang makin kencang di semester kedua 2019 ini. Potensinya jelas besar, di tengah pergeseran gaya hidup kaum milenial kota yang mengedepankan aksesibilitas dan kepraktisan beraktivitas kerja. Peluang ini diperkuat dengan semakin kondusifnya situasi politik belakangan ini. Komitmen Presiden Jokowi untuk terus menggenjot infrastruktur di periode kepemimpinan berikutnya ini juga ikut memberikan harapan dan kepastian berusaha, yang siap mendongkrak sektor properti ke depannya.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here