Perkataan Dari Federal Reserve AS vs Data Ekonomi AS

784

Pekan lalu pasar keuangan global banyak dipengaruhi oleh pidato Gubernur Federal Reserve AS sebagai arahan kebijakan bank sentral tersebut terhadap suku bunganya.

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan bahwa outlook ekonomi telah meredup, dan bahwa banyak yang telah meminta pemotongan tingkat bunga, dan bahwa investasi telah melambat banyak, dan bahwa inflasi yang rendah kemungkinan akan persisten. Perkataan-perkataannya yang bersifat “dovish” telah membuka pintu untuk pemangkasan tingkat suku bunga AS pada tanggal 31 Juli yang akan datang dan menyebabkan jatuhnya dolar AS.

Pasangan matauang EUR/USD sempat mencapai 1.1280, didukung oleh melemahnya dolar AS secara persisten setelah testimoni dari Gubernur Fed Powell mengenai kebijakan moneter dihadapan komisi khusus dari Kongres.

Pekan lalu pasar saham dan emas juga sangat diuntungkan dengan sentimen penurunan suku bunga Fed yang berakibat kepada turunnya dolar AS.

Namun, data ekonomi mengenai inflasi inti AS yang bagus yang naik 2.1% setahun, membantu pulihnya dolar AS.

Hari Jumat yang lalu, departemen tenaga kerja AS mengatakan Producer Price Index (PPI) naik 0.1% pada bulan Juni, setelah kenaikan bulan Mei sebesar 0.1% juga. Data yang keluar ini sesuai dengan yang diperkirakan.

Pada saat yang bersamaan PPI inti, yang mengeluarkan biaya energy dan makanan yang volatil, meningkat 0.3% pada bulan Juni yang lalu, setelah kenaikan bulan Mei sebanyak 0.2%. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan inflasi secara grosir sebanyak 0.2%.

Berita in datang satu hari setelah Jerome Powell, Gubernur Federal Reserve mengatakan bahwa inflasi lemah dan kemungkinan akan berlangsung terus (dalam kelemahan) – suatu perubahan dari sebelumnya dimana dikatakan bahwa perkembangan harga yang lemah hanya bersifat sementara. Berita naiknya indeks harga produsen inti ini telah memberikan kekuatan terhadap dolar AS dan menghentikan kenaikan EUR/USD.

Namun secara keseluruhan penurunan “greenback” masih lebih kuat sehingga dapat mengabaikan data Consumer Price Index (CPI) yang bagus dengan Gubernur Fed tetap pesimis mengenai perkiraan inflasi yang akan datang dan cenderung akan memangkas tingkat suku bunga Fed sebanyak 25 basis poin.

Market Mover pada minggu ini masih akan dipengaruhi seputar ekspektasi penurunan suku bunga Fed yang cukup menggembirakan pasar keuangan. Pasar akan menyusuri terus sinyal penurunanan suku bunga AS ini hingga pertemuan FOMC pada akhir bulan ini. Pekan ini Ketua Fed Jerome Powell diagendakan akan berbicara membahas prospek ekonomi global dalam pertemuan Menteri Keuangan Negara G7 di Perancis. Pasar kembali berharap Powell menegaskan kembali kebijakan moneter longgarnya.

Gubernur Federal Reserve Powell akan berbicara pada hari Selasa malam/Rabu dinihari pada pukul 24:00 WIB. Gubernur bank sentral yang paling berpengaruh di dunia ini akan berbicara lagi – kali ini di Paris. Pidatonya berjudul “Aspek Kebijakan Moneter Di Dalam Era Setelah Krisis”.

Para analis pasar melihat bahwa  bank sentral yang paling berpengaruh di dunia ini telah berkomitmen untuk memangkas tingkat suku bunga pada tanggal 31 Juli, dimana akan diadakan pertemuan,  dengan pada hari kedua minggu lalu, di Capitol Hill, Powell menekankan bahwa investasi telah melambat turun secara signifikan disebabkan ketidakpastian mengenai perdagangan. Pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve  yang akan datang pada tanggal 31 Juli ini sangat diantisipasi oleh para trader dan investor.

Selain mencermati pidato Ketua Bank Sentral Amerika tersebut, pekan ini pasar juga akan disajikan beberapa data kalender ekonomi baik pasar forex, komoditi, obligasi dan juga pasar saham.

Kalender data ekonomi penting pekan ini menyajikan data ekonomi 2 negara besar seperti Amerika dan China yang diperkirakan menunjukkan perlambatan dalam ekonomi kedua negara tersebut.

Dari kalender ekonomi Amerika Serikat, pemerintah setempat akan melaporkan kondisi penjualan sektor ritel periode bulan Juni yang juga diperkirakan menurun. Jika kedua data diatas sesuai ekspektasi, memberikan kekhawatiran kepada pasar terkait ancaman turunnya pertumbuhan ekonomi global. Berita semalam, datang dari Cina dengan kabar buruknya GDP Cina kuartal kedua dimana hanya naik 6.2% per tahun, yang merupakan kecepatan paling lambat selama 27 tahun. Hal ini membawa kepada pemikiran bank sentral Cina akan melakukan tindakan stimulus lebih jauh.

Data penjualan eceran AS akan keluar pada hari Selasa pukul 19:30 WIB. Konsumen AS aktif pada bulan Mei dengan penjualan meningkat sebanyak 0.5% dan penjualan inti juga meningkat dalam skala yang sama. Laporan bulan Mei ditemani oleh revisi naik untuk bulan Mei. Untuk bulan Juni, kenaikan diperkirakan menurun menjadi 0.2% pada angka umum dan 0.1% pada angka inti.

Selain data penjualan eceran, ada juga data Sentimen Konsumen AS yang akan keluar pada hari Jumat pukul 21:00. Ukuran dari Sentimen Konsumen AS oleh Universitas Michigan ini telah bertengger disekitar level yang tinggi pada bulan-bulan belakangan ini, pada bulan Juni di 98.2. Angka pendahuluan untuk bulan Juli kemungkinan akan sama.

Di kawasan lain seperti Eropa akan dilaporkan data pengangguran Inggris, pertumbuhan upah Inggris, penjualan ritel dan inflasi Inggris. Kemudian kawasan Euro, akan dilaporkan data perdagangan luar negeri zona euro, sentimen kepercayaan investor Jerman. Data di kawasan Eropa ini juga diperkirakan akan menunjukkan perlambatan.

Untuk kawasan Asia Pasifik, di China selain dilaporkan PDB kuartal kedua tahun ini juga dirilis data pertuambuhan produksi industri, penjualan ritel dan investasi aset tetap. Di Jepang, data ekonomi yang akan dilaporkan yaitu Neraca perdagangan Jepang. Sedangkan di Australia akan dilaporkan data pasar  ketenagakerjaan Australia.

PDB China yang menggambarkan kondisi ekonomi dalam kuartal kedua tahun 2019 menunjukkan perlambatan.  Berita pada hari Senin semalam, yang datang dari Cina memberikan kabar buruk dimana GDP Cina kuartal kedua hanya naik 6.2% per tahun, yang merupakan kecepatan paling lambat selama 27 tahun. Hal ini membawa kepada pemikiran bank sentral Cina akan melakukan tindakan stimulus lebih jauh. Namun, laporan GDP yang melemah ini agak berkurang pengaruhnya dengan munculnya data produksi industri bulan Juni yang lebih baik daripada yang diperkirakan, naik 6.3% per tahun.

Dinamika pasar keuangan global yang terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi akan dipengaruhi kalender ekonomi penting diatas. Karena salah satu gejolak pasar keuangan yang sedang terjadi yaitu ketidakpastian ekonomi global sangat dipengaruhi kalender ekonomi penting pekan ini.

Kemungkinan akan terjadi kontradiksi antara perkataan yang keluar dari bank sentral AS dengan data ekonomi AS. Namun pasar cenderung lebih percaya kepada perkataan dari bank sentral AS yang diyakini akan memangkas tingkat suku bunganya pada tanggal 31 Juli, didalam pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve. Sebagai akibatnya dolar AS akan mengalami penurunan yang kuat dan penurunan “greenback” ini akan cukup kuat untuk membuat para trader dan investor untuk mengabaikan data ekonomi AS yang keluar sekalipun lebih baik daripada yang diperkirakan.

Sebagai akibatnya harga emas akan mengalami dorongan kuat untuk naik kembali. Dan dari perdagangan forex, pasangan matauang EUR/USD maupun GBP/USD akan mengalami kenaikan yang signifikan.

 

 

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting
Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here