Posisi Dolar AS di Asia Tertekan Lemahnya Yield Treasury

258

(Vibiznews – Forex) – Diujung perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (18/07),  dolar AS bergerak bearish setelah perdagangan sebelumnya retreat dari posisi tinggi sepekan yang tertekan oleh anjloknya imbal hasil obligasi mendekati garis bawah 2 persen. Yield meningkat oleh pernyataan Presiden Trump terkait negoisasi dagang dengan China.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya sedang melemah  0,12 persen dari penutupan sebelumnya ke posisi 97.10 setelah  dibuka pada posisi  97.22 dan sempat turun ke posisi  97.07. Posisi imbal hasil obligasi sedang turun 0,01% ke posisi 2,04%.

Presiden Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa kedua negara masih menghadapi jalan panjang untuk lanjut dalam negosiasi. Ini memberikan kekhawatiran pasar akan panjangnya masalah dari perang dagang kedua negara besar tersebut. Kemudian dolar juga tertekan rilis data perumahan di bawah ekspektasi.

Pekan ini posisi dolar AS sempat mendaki ke posisi 97.45 oleh sentimen  pudarnya harapan penurunan suku bunga Fed pascar rilis data ekonomi makro AS yang kuat seperti data inflasi dan juga penjualan sektor ritel melebihi ekspektasi.

Sebagai katalis penggerak selanjutnya hari ini, rilis data  indeks Philly Fed  yang diperkirakan meningkat dari periode sebelumnya, selain itu mencermati pidato publik terbatas 2 pejabat Fed seperti Ketua Fed Atlanta R.Bostic  dan Ketua Fed NY  J.Williams.

Untuk perdagangan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center,  indeks dolar diperkirakan  bergerak turun ke posisi support berada di 96.50 – 95.10. Dan jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki  menemui posisi resisten 97.35 – 98.65.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here