Alasan Jatuhnya EUR/USD

474

(Vibiznews-Forex) EUR/USD tidak sanggup menghentikan kejatuhannya – dan tidak kelihatan adanya kelegaan. Ada 3 alasan kejatuhan EUR/USD:

  1. Perlambatan Jerman Semakin Dalam

Pukulan terbaru datang dari indeks Markit’s German Purchasing Managers (PMI) untuk sektor manufaktur. Lokomotif ekonomi Eropa ini bisa jadi telah memasuki resesi menurut survey kedepan. PMI manufaktur Jerman muncul di 43.1, turun signifikan dibandingkan dengan yang diperkirakan dan jauh dibawah batas angka 50 yang memisahkan ekspansi dengan kontraksi. Sementara itu PMI jasa Jerman sesuai dengan yang diperkirakan, namun data untuk kedua sektor di Perancis kurang daripada yang diperkirakan. Perlambatan ekonomi global sedang berada pada jalan told an menyebabkan keprihatinan juga bagi European Central Bank, yang sedang bersiap untuk mengumumkan keputusannya pada hari Kamis besok. Kebanyakan analis memperkirakan ECB akan memberikan signal pemangkasan tingkat bunga pada bulan September – turun ke bawah tingkat bunga deposit negatif – 0.40%. Spekulasi mengenai keputusan ECB akan tetap menjadi penggerak pasar utama.

  1. Naiknya USD Ditengah Pembicaraan Perdagangan

EUR/USD telah mulai terpukul sejak hari Selasa karena menguatnya dolar AS. Greenback menikmati pengumuman AS-Cina bahwa diskusi level tinggi akan selesai minggu depan di Beijing – yang pertama sejak awal bulan Mei. Pembicaraan tatap muka yang baru menaikkan harapan untuk kesepakatan perdagangan – atau perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan pada akhir bulan lalu.

Federal Reserve yang bersiap untuk memangkas tingkat bunganya pada minggu depan, telah menyebutkan perdagangan sebagai alasan kritikal untuk menambah stimulus. Perbaikan di dalam sentimen pasar mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga dan dengan demikian mendukung “greenback”.

  1. EUR/USD telah kehilangan “uptrend support”

EUR/USD selama ini telah diperdagangkan diatas garis support uptrend selama lebih dari satu bulan – sampai akhirnya tertembus pada hari-hari belakangan ini. Semula hanya turun sedikit, namun pergerakan terus berlanjut dimana sekarang sudah jatuh total.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here