Bursa Asia 24 Juli Dominan Positif Terbantu Harapan Perdagangan AS-China

518

(Vibiznews – Index) Bursa Saham di Asia Pasifik sebagian besar lebih tinggi pada hari Rabu (24/07) dengan harapan kesepakatan perdagangan AS-China.

Bursa Saham China Daratan naik dengan indeks Shanghai menambahkan 0,8% menjadi 2.923,28 dan indeks Shenzhen naik 1,106% menjadi 1.562,97.

Indeks Hang Seng Hong Kong bertambah 0,20% pada 28524.04. Saham produsen kosmetik L’Occitane melonjak lebih dari 5%, dengan Nomura meningkatkan saham menjadi “beli.”

Sedangkan indeks ASX 200 di Australia naik 0,77% menjadi ditutup pada 6.776,70 karena sebagian besar sektor melihat kenaikan.

Indeks Nikkei 225 di Jepang ditutup 0,41% lebih tinggi pada 21.709,57, sementara indeks Topix menambahkan 0,4% untuk mengakhiri hari perdagangannya di Tokyo pada 1,575,09.

Namun di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,91% menjadi ditutup pada 2,082,30.

Saham pemasok Apple LG Display turun 3,81% setelah perusahaan melaporkan kerugian operasi kuartal kedua yang lebih besar dari perkiraan. Perusahaan juga mengatakan sedang mencari cara untuk mendiversifikasi basis pemasoknya di tengah pertikaian diplomatik yang berkelanjutan antara Tokyo dan Seoul yang membuat Jepang menempatkan pembatasan ekspor pada bahan-bahan penting ke Korea Selatan.

Korea Selatan pada hari Rabu meminta Jepang untuk membatalkan rencananya untuk menghapus yang pertama dari daftar putih pembatasan perdagangan minimum.

Sementara itu, Boris Johnson ditetapkan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya setelah memenangkan pemilihan kepemimpinan Partai Konservatif yang berkuasa pada hari Selasa. Johnson sebelumnya telah menyatakan bahwa Inggris harus meninggalkan Uni Eropa pada batas waktu 31 Oktober “lakukan atau mati, apa pun yang terjadi.”

Di bidang perdagangan, negosiasi perdagangan langsung antara AS dan China akan dimulai minggu depan, sumber mengatakan kepada CNBC.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Asia selanjutnya akan mencermati pergerakan bursa Wall Street yang berpotensi naik dengan harapan kesepakatan perdangan AS-China, namun juga akan ditentukan oleh laporan pendapatan emiten yang jika positif akan menguatkan bursa dan sebaliknya.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here