IHSG Rabu Melemah 18 Poin ke 6384; Infrastruktur Kembali Paling Tertekan

499

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi Rabu sore ini (24/07) terpantau melemah 0,29% atau -18,824 poin ke level 6.384,987 setelah dibuka naik ke level 6.413,320. IHSG melemah di hari ketiganya tergerus investor asing yang banyak ambil untung walau beda arah terhadap regional, dengan bursa kawasan Asia hari ini menguat oleh perkembangan positif pada negosiasi dagang AS-China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini juga terkoreksi terbatas 0,06% ke level Rp 13.993, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menguat oleh melemahnya euro menjelang pertemuan kebijakan ECB. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.984.

Mengawali perdagangannya, IHSG naik ke level 6.413,320. Indeks LQ45 bertambah ke level 1.029,432. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG ditutup melemah 15,216 poin ke level 6.388,595. Indeks LQ45 melemah 4,574 poin ke level 1.022,537.

IHSG kemudian bertahan di zona merah, dan di akhir sesi ditutup melemah 0,29% atau -18,824 poin ke level 6.384,987. Indeks LQ45 turun 5,017 poin (0,49%) ke level 1.022,094. Hari ini enam dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang merosot 1,49%, diikuti sektor consumer goods yang turun 0,52%.

Tercatat sebanyak 185 saham naik, 217 saham turun dan 148 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 492.74 kali transaksi sebanyak 19,14 miliar lembar saham senilai Rp 8,89 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat menghijau, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,41% dan Indeks Hang Seng yang naik 0,20%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Era Jaya (ERAA) -3,60%, BTPN Syaria (BTPS) -2,87%, Bank BNI (BBNI) -2,32%, dan Gudang Garam (GGRM) -2,26%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini masih dalam koreksi di tengah investor yang ambil profit taking setelah sempat di area overbought-nya, sementara bursa regional Asia menguat dengan perkembangan nego dagang AS – China. Berikutnya IHSG nampaknya masih digerus aksi jual tetapi masih berpeluang rebound nantinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.482 dan 6.516. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.375, dan bila tembus ke level 6.324.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here