GBP/USD Berada Pada Kerendahan Harian Karena Kuatnya Dolar AS

352

(Vibiznews-Forex) Greenback kembali menjadi daya tarik setelah ribut-ribut mengenai ECB selesai, lebih kuat terhadap semua rival utamanya. GBP/USD jatuh ke 1.2450 dengan spekulasi mengenai pemilihan yang akan datang di Inggris memukul Sterling.

Boris Johnson telah mengejutkan sistem politik Inggris dengan tindakan pertamanya sebagai Perdana Menteri – memecat setengah dari kabinet mantan Perdana Menteri Theresa May. Sore pertama di dalam pekerjaannya mencakup penunjukkan yang signifikan atas para pendukung pro-Brexit seperti Dominic Raab sebagai sekretaris Luar Negeri dan Jacob Rees-Mogg – kepala dari European Research Group (ERG) sebagai pemimpin dari House of Commons.

Sementara penunjukkan ini mengarah ke Brexit yang keras pada tanggal 31 Oktober – hanya 98 hari lagi – sebagian analis politik Inggris melihat pergerakannya sebagai persiapan untuk pemilihan cepat. Johnson telah menunjuk Dominic Cummings – otak dibelakang layar yang kontroversial dari kampanye Vote Leave, sebagai penasehat senior. Cummings kemungkinan akan mengorganisir kampanye pemilihan Johnson. Menominasikan Brexiteers ke posisi senior bisa jadi juga menjadi bagian dari strategi – membujuk para pemberi suara dari Partai Brexit Nigel Farage kembali ke kumpulan Konservatif.

Perdana Menteri yang baru ini akan mengalami kesulitan menghadapi kemandekan parlemen yang sama seperti yang dialami oleh pendahulunya Theresa May  dan meminta rakyat Inggris untuk diadakannya pemungutan suara kemungkinan menjadi satu-satunya cara untuk menembus kemacetan. Namun, kemenangannya masih jauh dari jaminan dan koalisi pro-Remain kemungkinan bisa menang. Harapan akan Brexit yang lebih halus membantu menstabilkan Poundsterling.

Sterling juga didukung oleh nominasi dari Sajid Javid sebagai Chancellor of the Exchequer pendukung dari pemangkasan pajak Thatcherite dan liberalisasi yang didukung oleh pasar juga.

Pasangan matauang ini berada dalam tekanan tambahan setelah kebanyakan data ekonomi dari Amerika Serikat yang keluar memberikan semangat, dengan Initial Jobless Claim selama minggu yang berakhir pada tanggal 19 Juli muncul di 206.000, lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 219.000, sementara Durable Goods Orders meningkat substansial 2.0%, dua kali lipat lebih daripada yang diperkirakan sebesar 0.7%. Dan juga Wholesale Inventories hanya bertambah 0.2% menurut perkiraan pendahuluan. Satu-satunya nada yang negatif datang dari Goods Trade Balance dengan defisit bertambah menjadi $74.17 miliar pada bulan Juni.

Indeks dolar AS menguat mendekati ketinggian tahun ini dengan kuatnya data ekonomi AS yang keluar kemarin malam.

Secara tehnikal, “support” awal menunggu di 1.2440 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2420 dan kemudian 1.2380. Sedangkan “resistance” awal menunggu di 1.2480 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2520.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here