Harga Gula di Pasar Global Bangkit Akibat Turunnya Produksi Brasil

346

(Vibiznews – Commodity) – Melihat pergerakan harga gula yang diperdagangkan di pasar komoditi internasional periode pekan lalu yang berakhir hari Jumat (26/07),  harga gula mentah berjangka bangkit dari posisi harga terburuk sepanjang perdagangan kontrak berjangka baik di bursa ICE New York untuk gula mentah  dan harga gula putih di bursa ICE London.

Harga gula terkonsolidasi di dekat bagian atas reli  dipicu oleh berita tentang penurunan output gula di Brasil dan rencana dukungan harga baru India. Kabinet India pada hari Rabu menyetujui pembuatan cadangan buffer 4 juta MT gula untuk 1 tahun mulai 1 Agustus dalam upaya untuk mengunci pasokan dan mendukung harga gula domestik.

India memiliki rekor tingkat persediaan gula dan sedang ingin mengekspor sekitar 7 MMT pada 2019-20 untuk menurunkan sebagian pasokannya, naik dari 3 MMT ekspor pada 2018-19.

Harga gula pada pertengahan minggu menerima dorongan kuat dari laporan Unica bahwa produksi gula di wilayah Tengah-Selatan Brasil pada paruh pertama Juli turun tajam sebesar  19,1% y/y menjadi 1,939 MMT, dengan produksi kumulatif pada tahun pemasaran 2019-20 hingga pertengahan tahun anjlok 10,8% y/y menjadi 10,857 MMT.

Harga gula mentah kontrak bulan Oktober akhir perdagangan bursa New York ditutup naik  0,02 poin atau 0.17% dari perdagangan sebelumnya pada harga $12,02 per lb. Demikian juga untuk harga gula putih kontrak bulan Oktober yang terpantau di bursa London ditutup naik   1 poin atau 0.31% dari perdagangan sebelumnya di 321.00 per lb.

Sebagai gambaran untuk pasar Gula, USDA melaporkan produksi gula dunia pada 2019/20 (Apr/Mar) akan naik  1% y/y menjadi 180,7 MMT  setelah kenaikan + 0,6% y/y ke rekor 185,2 MMT pada 2018/19. Demikian juga ISO laporkan surplus gula dunia pada 2018/19 turun menjadi 1,832 MMT dari surplus 2017/18 yang lebih besar yaitu 7,3 MMT (ISO). Conab memproyeksikan produksi  gula Brasil  pada 2019/20 akan naik   17,4% y/y menjadi 34,1 MMT, setelah produksi pada 2018/19 (Apr/Mar) turun 17,2% y/y ke 11-tahun rendah dari 31,4 MMT.

Untuk perdagangan pekan ini, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik kembali oleh proyeksi penguatan harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here