Bursa Eropa Tidak Mampu Kuat Meski Data Ekonomi Jerman Mengesankan

436

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Eropa pada perdagangan hari Rabu (31/07) dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya, dan indeks utama alami kerugian mencerna laporan pendapatan yang mixed dan menanti keputusan kebijakan moneter terbaru dari Federal Reserve untuk petunjuk selanjutnya jalur kebijakan moneter selanjutnya.

Indeks Pan Eropa Stoxx 600 sedikit lebih rendah di 385,10 setelah jatuh 1,5 persen di sesi sebelumnya. Indeks DAX Jerman naik 0,2 persen dan indeks CAC 40 Prancis naik 0,1 persen sementara FTSE 100 dari Inggris kehilangan 0,4 persen.

Saham Grup Bank Credit Suisse Swiss melonjak 4,5 persen karena perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan tertinggi dalam empat tahun. Demikian juga saham raksasa semen LafargeHolcim naik 1,7 persen setelah melaporkan laba bersih semester pertama lebih dari dua kali lipat.

Saham pemberi pinjaman BNP Paribas menguat 3,5 persen setelah laba bersih kuartal kedua yang diatribusikan kepada pemegang saham naik 3,1 persen, dipimpin oleh kinerja yang kuat oleh divisi perbankan korporat dan investasinya.

Saham perusahaan konstruksi Vinci naik 3,7 persen setelah melaporkan kenaikan laba semester pertama dan mendukung prospek TA-nya. Demikian juga saham Kelompok pakaian olahraga Jerman Puma melonjak 7,7 persen setelah menaikkan target keuangan setahun penuhnya.

Sebaliknya saham raksasa kosmetik dan produk kecantikan Prancis L’Oreal merosot 4,2 persen setelah membukukan pertumbuhan penjualan lebih lemah dari perkiraan pasar. Kemudian saham Lloyds Banking Group kehilangan 4,5 persen setelah membukukan laba sebelum pajak lebih lemah dari perkiraan.

Saham Centamin naik 8,2 persen setelah Perusahaan tambang emas tersebut menaikkan dividen interim sambil mempertahankan panduan tahunan untuk 2019.

Dalam berita rilis ekonomi, ekonomi kawasan euro berkembang pada kecepatan yang lebih lambat seperti yang diharapkan pada kuartal kedua, perkiraan kilat awal dari Eurostat. PDB tumbuh 0,2 persen secara berurutan, mengikuti ekspansi kuartal pertama 0,4 persen. Angka tersebut sesuai dengan harapan.

Inflasi utama di wilayah tersebut turun menjadi 1,1 persen dari 1,3 persen pada Juni. Perlambatan ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom.

Data resmi menunjukkan bahwa penjualan ritel Jerman naik lebih dari yang diharapkan pada Juni, mencatat kenaikan bulanan tertajam dalam lebih dari 12 tahun. Penjualan ritel naik 3,5 persen secara berurutan secara riil setelah penurunan 1,7 persen yang direvisi pada bulan sebelumnya.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here