Akhirnya Fed Putuskan Turunkan Suku Bunga 25 BPS

811

(Vibiznews – Economy) – Dalam sebuah langkah yang telah diperkirakan secara luas, akhirnya anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC)  Kamis (01/08) memilih  untuk menurunkan suku bunga seperempat poin. Fed beralasan menurunkannya sebagai implikasi dari perkembangan global untuk prospek ekonomi serta tekanan inflasi yang masih lemah.

The Fed umumkan pihaknya memutuskan untuk menurunkan kisaran target untuk tingkat dana federal menjadi 2 hingga 2-1/4 persen, turun 25 basis poin dari kisaran sebelumnya 2-1/4 menjadi 2-1/2 persen. Ini menandai penurunan suku bunga pertama oleh The Fed sejak Desember 2008.

United States Fed Funds Rate

Pemungutan suara untuk memangkas suku bunga tidak dengan suara bulat, dimana hanya Presiden Fed Kansas City Esther George dan Presiden Fed Boston Eric Rosengren lebih memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Dalam konferensi pers usai pertemuan selama 2 hari tersebut, Ketua Fed Jerome Powell menggambarkan penurunan suku bunga pada dasarnya sebagai penyesuaian siklus-tengah terhadap kebijakan.

Powell menyatakan bahwa penurunan suku bunga hari ini tidak boleh dilihat sebagai “awal dari siklus pemotongan yang panjang,” ungkap Powell, “Bukan itu yang kita lihat sekarang, itu bukan perspektif kita sekarang.”

The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunganya meskipun penilaian ekonomi sebagian besar tidak berubah, mencatat bahwa data yang diterima sejak pertemuan terakhir menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat dan aktivitas ekonomi telah meningkat pada tingkat yang moderat.

Pernyataan bank sentral tersebut  mencatat bahwa langkah-langkah kompensasi inflasi berbasis pasar telah menurun setelah sebelumnya mengatakan langkah-langkah itu tetap rendah.

Sementara itu The Fed juga mengatakan ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati tujuan 2 persen adalah hasil yang paling mungkin, bank sentral mengatakan ketidakpastian tentang prospek ini tetap ada.

The Fed mengatakan akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan menegaskan bahwa kebijakannya akan bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi ekonomi.

Karena penurunan suku bunga datang di tengah tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, The Fed kemungkinan akan menghadapi tuduhan tunduk pada tekanan politik. Dikarenakan Presiden Donald Trump telah berulang kali mendesak Fed untuk menurunkan suku bunga, bahkan sebuah posting di Twitter pada hari Senin bahwa bank sentral telah “membuat semua langkah yang salah” dan bahwa “pemotongan suku bunga kecil tidak cukup.”

Namun, The Fed sebelumnya mengindikasikan beberapa anggota percaya pemotongan suku bunga jangka pendek sesuai dari perspektif manajemen risiko, karena dapat membantu meredam dampak dari kemungkinan guncangan negatif di masa depan terhadap perekonomian.

The Fed mengatakan waktu dan ukuran penyesuaian tingkat suku bunga di masa depan akan ditentukan berdasarkan kondisi ekonomi yang direalisasikan dan yang diharapkan relatif terhadap tujuan kerja maksimum dan sasaran inflasi 2 persen yang simetris.

Selain pemotongan suku bunga, bank sentral mengungkapkan pengurangan obligasi yang dipegangnya di neraca akan berakhir pada Agustus, dua bulan lebih awal dari yang ditunjukkan sebelumnya.  The Fed dijadwalkan untuk membuat keputusan kebijakan moneter berikutnya setelah pertemuan dua hari FOMC pada 17 dan 18 September.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here