Bursa Amerika Menderita Kerugian Setelah Komentar Pimpinan Fed Kurang Dovish

499

(Vibiznews – Index) – Setelah sempat menunjukkan kurangnya arah untuk sebagian besar sesi, bursa saham Amerika menderita kerugian cukup besar pada penutupan perdagangan beberapa saat lalu Kamis (01/08). Indeks bursa utama anjlok parah merespon komentar  Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang kurang dovish dan mematahkan optimisme tentang penurunan suku bunga di masa datang.

Indeks Dow Jones mencatat penurunan satu hari terbesar sejak 31 Mei bersama dengan S&P 500. Nasdaq mengalami penurunan satu hari terbesar sejak akhir Juni. Indeks Dow Jones jatuh 333,75 poin atau 1,2 persen menjadi 26.864,27, Nasdaq jatuh 98,19 poin atau 1,2 persen menjadi 8.175,42 sedangkan indeks S&P 500 merosot 32,80 poin atau 1,1 persen menjadi 2.980,38.

Aksi jual saham cukup besar terjadi di Wall Street  setelah The Fed mengurangi suku bunga seperempat poin seperti yang diharapkan, tetapi Jerome Powell mengisyaratkan penurunan suku bunga sekarang bukanlah awal dari trend selanjutnya.

The Fed umumkan pihaknya memutuskan untuk menurunkan kisaran target untuk tingkat dana federal menjadi 2 hingga 2-1/4 persen, turun 25 basis poin dari kisaran sebelumnya 2-1/4 menjadi 2-1/2 persen. Ini menandai penurunan suku bunga pertama oleh The Fed sejak Desember 2008.

Bank sentral Amerika  beralasan menurunkannya sebagai implikasi dari perkembangan global untuk prospek ekonomi serta tekanan inflasi yang masih lemah meskipun penilaian ekonomi sebagian besar tidak berubah, mencatat bahwa data yang diterima sejak pertemuan terakhir menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat dan aktivitas ekonomi telah meningkat pada tingkat yang moderat.

Secara sektoral, saham-saham emas menunjukkan pergerakan substansial negatif yang  menyeret NYSE Arca Gold Bugs Index turun sebesar 5,4 persen.  Kelemahan signifikan juga terlihat di antara saham semikonduktor, sebagaimana tercermin oleh penurunan 3,2 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index.

Salah satunya saham Chipmaker Advanced Micro Devices yang  anjlok tajam setelah melaporkan hasil kuartal kedua yang sesuai harapan tetapi memberikan prospek yang mengecewakan.

Saham baja, perangkat lunak, dan perumahan juga mengalami pelemahan yang cukup besar pada hari itu, bergerak lebih rendah seiring dengan sebagian besar sektor utama lainnya.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here