Penyebab Ambruknya Semua Bursa Utama Asia Awal Pekan

388

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham Asia awal pekan alami kerugian yang sangat besar dengan indeks bursa utama dibuka anjlok signifikan mengikuti buruknya penutupan bursa saham Amerika akhir pekan lalu. Ambruknya bursa saham kawasan Asia ini dipicu oleh ketegangan pasar merespon rencana serangan balik China terhadap Amerika.

Pasar  khawatirkan tentang pertumbuhan ekonomi global di tengah meningkatnya sengketa perdagangan antara AS dan China serta antara Jepang dan Korea Selatan. China telah berjanji untuk membalas keputusan AS yang mengenakan tarif atas barang-barang Tiongkok senilai $300 miliar.

Bursa saham china anjlok parah yang ditambah dengan sentimen buruknya rilis data PMI sektor jasa ke posisi terendah 5 bulan. Indeks Komposit Shanghai kini anjlok 0,85% ke posisi 2844 dan indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong anjlok sangat parah dengan turun 2,89%.

Pasar saham Australia menurun mengikuti isyarat lemah dari Wall Street dan juga mencerna data yang menunjukkan sektor jasa Australia jatuh jauh ke dalam kontraksi pada Juli. Indeks ASX 200 menurun 19,80 poin atau 0,29 persen menjadi 6.748,80, turun dari rendahnya 6.748,10 dengan anjloknya saham pertambangan seperti  saham BHP Group dan Rio Tinto masing-masing turun lebih dari 1 persen.

Australian Industry Group rmengungkapkan bahwa sektor jasa di Australia jatuh jauh ke dalam kontraksi pada bulan Juli, dengan skor Indeks Kinerja Layanan 43,9. Itu turun tajam dari 52,2 pada bulan Juni.

Bursa saham  Jepang tertekan oleh menguatnya mata uang Yen pasca meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China serta antara Jepang dan Korea Selatan. Indeks  Nikkei 225 Index anjlok 382,73 poin atau 1,81 persen menjadi 20.704,43. Indeks tertekan oleh anjloknya saham eksportir utama seperti saham Mitsubishi Electric turun lebih dari 4 persen, sementara Sony dan Canon lebih rendah masing-masing hampir 3 persen.

Di tempat lain di Asia, bursa saham Korea Selatan anjlok parah dengan indeks Kospi turun 2,23 %. Demikian juga dengan perdagangan saham  Singapura anjlok hingga  2 persen dan bursa saham  Indonesia turun lebih dari 1 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here