Saham Mobil BMW Sumbang Ambruknya Bursa Eropa Awal Pekan

541

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham  Eropa awal pekan jatuh pada hari Senin (05/08) yang  memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya setelah bank sentral China membiarkan yuan jatuh di bawah level sensitif  politik terhadap dolar AS, memicu spekulasi bahwa Beijing membiarkan depresiasi mata uang untuk melawan ancaman tarif terbaru Presiden AS Donald Trump .

Selain itu data regional yang lemah juga melemahkan sentimen investor. Kepercayaan investor kawasan euro menurun tajam pada bulan Agustus ke level terendah dalam hampir lima tahun menurut survei dari lembaga riset perilaku Sentix.  Indeks kepercayaan investor  jatuh ke -13,7 dari -5,8 pada Juli, menandai level terendah sejak Oktober 2014.

Kemudian pertumbuhan sektor swasta kawasan euro melunak sebagian besar karena penurunan dalam aktivitas manufaktur pada bulan Juli,  indeks output komposit akhir turun menjadi 51,5 pada Juli dari 52,2 pada Juni.

Indeks Pan Eropa Stoxx 600 turun 1,7 persen menjadi 371,71 setelah anjlok 2,5 persen pada hari Jumat. Indeks DAX Jerman anjlok  1,2 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris turun sekitar 1,8 persen.

Saham pabrikan mobil yang sensitif terhadap tarif dagang, seperti BMW, Daimler dan Volkswagen masing-masing turun sekitar 2 persen setelah Trump pada hari Jumat mengecam Uni Eropa karena penggunaan hambatan perdagangan.

Saham Metro AG anjlok 3 persen setelah perusahaan  investasi miliarder Daniel Kretinsky membantah laporan media yang sedang mengeksplorasi peningkatan tawaran pengambilalihan untuk pengecer dan grosir Jerman.

Saham Total  jatuh lebih dari 1 persen setelah perusahaan minyak dan gas terintegrasi telah sepakat untuk menjual 30 persen saham di Société des Transports Pétroliers par Pipelines (Trapil) ke Pisto SAS seharga 260 juta euro.

Saham pengecer mewah LVMH, yang memiliki eksposur berat ke China, kehilangan harga saham 3 persen. Saham pemberi pinjaman yang berfokus di Asia, HSBC Holdings turun 1,6 persen setelah perusahaan melaporkan laba yang lebih tinggi di semester pertama dengan pendapatan yang kuat di sebagian besar segmen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here