Posisi Dolar AS Semakin Memburuk, Yuan China Mulai Pulih

432

(Vibiznews – Forex) – Diawal perdagangan forex sesi Asia hari Selasa (06/08), dolar AS terpantau semakin lemah terhadap beberapa rival utamanya dan juga secara indeks. Posisi bearish pagi ini memperpanjang tekanan perdagangan pekan lalu setelah Presiden Trump memecahkan gencatan senjata perang dagang AS-China.

Anjloknya dolar AS terhadap banyak rival utamanya juga dipicu oleh penurunan lanjutan imbal hasil obligasi AS khususnya untuk tenor 10-tahun yang kini sedang turun ke posisi 1,72%, yang merupakan posisi tereburuk sejak  November 2016.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya sedang melemah  0,17 persen dari penutupan sebelumnya ke posisi 97.36 setelah  dibuka pada posisi  97.52 dan sempat turun ke posisi 97.12.

Pelemahan lanjutan dolar AS pagi ini dipengaruhi berita China akan melakukan serangan balik dan kemudian Presiden Trump memanaskan tensi perang dengan menuduh China melakukan manipulasi mata uangnya dengan mendevaluasi yuan.

Sejak perdagangan kemarin, posisi yuan telah jatuh ke level 7 terhadap dolar AS yang merupakan posisi terendah dalam 11 tahun di posisi 7.1399. Kini yuan menguat  0,18 terhadap dolar AS pada posisi 7.0854.

Secara teknikal , untuk perdagangan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center   indeks dolar diperkirakan  turun ke posisi support  di 97.10 – 96.52. Dan jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki ke posisi resisten 97.65 –  98.85.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here