Bursa Asia Cetak Untung Besar, Diuntungkan Data Ekspor China

836

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham Asia-Pasifik hari  Kamis (08/08)  rebound kuat karena China melaporkan pertumbuhan ekspor yang lebih baik dari perkiraan pada bulan Juli dan harga minyak mentah membalikkan setengah dari kerugian hampir 5 persen mereka di sesi sebelumnya pada harapan bahwa produsen dapat mengurangi pasokan untuk mendukung pasar.

Selain itu juga Bank sentral China menetapkan yuan lebih lemah di atas 7,00 per dolar – pertama kalinya dalam satu dekade – tetapi itu tidak lemah seperti yang diperkirakan banyak orang.

Bursa saham China menghentikan pelemahan enam sesi berturut-turut  dengan indeks Shanghai Composite naik 25,87 poin atau 0,93 persen menjadi 2.794,55 sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong berakhir naik 0,48 persen menjadi 26.120,77.

Perdagangan saham Jepang mengakhiri sesi berombak sedikit lebih tinggi dan apresiasi yen terhadap dolar melambat setelah Jepang menyetujui pengiriman pertama barang terbatas ke Korea Selatan. Indeks Nikkei mengakhiri sesi naik 76,79 poin atau 0,37 persen pada 20.593,35 dengan dukungan kuat saham saham teknologi  seperti saham Advantest naik 3 persen dan Tokyo Electron naik 1,1 persen.

Bursa saham Seoul bangkit kembali setelah enam hari penurunan karena  Jepang menyetujui ekspor bahan berteknologi tinggi ke Korea Selatan, indeks  Kospi naik 10,90 poin atau 0,57 persen menjadi berakhir pada 1.920,61 dengan dukungan kuat saham pembuat mobil seperti Hyundai Motor dan Kia Motors naik lebih dari 2 persen.

Pasar Australia pulih dari awal yang lemah  setelah data bea cukai menunjukkan ekspor China secara tak terduga meningkat, indeks acuan  ASX 200 naik 48,60 poin atau 0,75 persen menjadi 6.568,10 yang mendapat support dari kenaikan saham-saham energy seperti saham Woodside Petroleum, Oil Search dan Santos naik lebih dari 1 persen.

Perdagangan saham di Selandia Baru  menguat yang memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut karena merespon laporan laba Kathmandu Holdings  yang mengalahkan ekspektasi. Indeks acuan  NZX-50 naik 0,82 persen menjadi 10.874,30 sementara saham Kathmandu melonjak lebih dari 16 persen hingga mencapai tertinggi empat bulan.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here