Review Forex: Mata Uang Safe Haven Masih Jaya Kalahkan Dolar AS

477

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika Kamis dini hari (08/08), dolar AS masih lemah terhadap mata uang safe haven seperti yen Jepang dan Swiss franc di tengah masih paniknya investor di pasar keuangan akan eskalasi perang dagang AS-China yang berdampak terhadap perang mata uang.

Dolar AS tertekan oleh bangkitnya  spekulasi Federal Reserve kemungkinan akan mengumumkan pelonggaran moneter lebih lanjut  untuk mengimbangi dampak perang perdagangan yang terjadi serta meningkatkan ekonomi.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya ditutup menguat  0,02 persen dari penutupan sebelumnya ke posisi 97.63 setelah dibuka pada posisi  97.58 dan sempat naik ke posisi 97.85.

Terhadap euro dan pound sterling, sebagian besar dolar AS bergerak sideway dan ditutup dalam kisaran sempit. Dalam data ekonomi zona euro, sebuah laporan yang dirilis oleh Destatis menunjukkan output industri Jerman turun lebih besar dari yang diharapkan 1,5% pada Juni 2019, dibandingkan bulan sebelumnya.

Yen Jepang dan franc Swiss menjadi rival dolar AS yang tetap stabil  dengan permintaan safe haven meningkat merespon kekhawatiran pasar. Yen naik tajam di 105,71 per dolar  tetapi kemudian ditutup naik sekitar 0,4% pada 106,00. Franc Swiss naik lebih dari 0,35% menjadi 0,9728 melawan dolar.

Sentimen positif yang memberikan kekuatan dolar melawan beberapa rivalnya setelah Bank Rakyat China menetapkan tingkat referensi untuk yuan di bawah level 7-per-dolar secara psikologis. Investor menyambut indikasi China melangkah untuk menguatkan yuan yang dapat mencegah perang perdagangan berubah menjadi perang mata uang.

Beberapa media memberitakan  bahwa pembicaraan perdagangan AS-Cina kemungkinan akan dilanjutkan pada bulan September. AS bersedia untuk bernegosiasi, dimana  Presiden dan timnya merencanakan kunjungan China pada bulan September.

Secara teknikal untuk perdagangan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center   indeks dolar diperkirakan turun ke posisi support  di 97.35 – 96.52. Dan jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki ke posisi resisten 97.81 –  98.85.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here