Itali Membebani EUR/USD Namun Kelemahan USD Menopang Naik

472

(Vibiznews-Forex) Isu Eropa yang lain membatasi potensi keuntungan dari EUR/USD sehubungan dengan melemahnya USD karena ketegangan perdagangan. Setelah produksi industri Jerman yang lemah membebani euro, para investor kuatir mengenai keruntuhan yang didepan mata dari pemerintah Itali. Matteo Salvini, pemimpin dari partai Lega sayap kanan, semakin ingin membubarkan koalisi dengan sayap kiri 5 Star Movement.

Salvini yang mendapatkan popularitas melalui sikapnya yang tegas terhadap migran – kelihatannya ingin mengambil alih sebagai Perdana Menteri. Media Itali menunjukkan tanggal 13 Oktober sebagai tanggal pemilihan yang potensial. Perdana Menteri Giuseppe Conte saat ini menolak untuk turun dan mendesak kedua partner untuk tetap bersatu – namun tidak ada hasilnya.

Itali adalah negara dengan perekonomian ketiga terbesar di zona Euro dan memiliki beban hutang yang tinggi. Negara ini telah berselisih faham dengan Komisi Eropa mengenai budgetnya dan para politisi di Roma kemungkinan akan membuat janji-janji kampanye yang tidak disukai oleh Brussels.

Ketidakpastian membebani euro dan juga mendorong imbal hasil obligasi Itali naik lebih tinggi – berkebalikan dengan tren dari kejatuhan imbal hasil. Para investor sekarang membayar Jerman untuk memberikan pinjaman selama 30 tahun. Sementara Jerman sebagai lokomotif dari Zona Euro sedang berjuang dengan penurunan di output industri dan ekspor – sebagaimana yang ditunjukkan oleh angka-angka ekspor yang baru.

Disisi lain dari Atlantis, perang dagang antara AS-Cina tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. Pemerintah Trump menolak untuk memberikan kepada Huawei – raksasa telecom Cina  – ijin untuk beroperasi di AS. Pergerakan ini datang sebagai balasan terhadap keputusan Beijing  untuk menghentikan pembelian barang-barang agrikultural AS yang merupakan pembalasan terhadap  pengenaan tarif oleh Amerika Serikat. Harapan satu-satunya adalah People’s Bank of China (PBOC) telah menetapkan tingkat pertukaran dari Yuan yang diatas daripada yang diperkirakan sekali lagi – menunjukkan semacam penguasaan diri.

Tindakan balas membalas ini membebani sentimen, mendorong uang ke obligasi yang aman dan menaikkan kemungkinan Federal Reserve memangkas tingkat bunga oleh Federal Reserve – dengan demikian menekan dolar AS. Sebagai akibatnya pasangan matauang ini memperoleh daya tarik pada saat memasuki perdagangan sesi London pada hari Jumat dan naik ke ketinggian harian di 1.1218, naik lebih dari 100 pips dari sejak awal minggu lalu. Pada saat ini pasangan matauang ini diperdagangkan di sekitar 1.1208.

Secara tehnikal, “support” awal menunggu di 1.1199 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1180 dan kemudian 1.1145. Sedangkan “resistance” awal menunggu di 1.1236 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1250 dan kemudian 1.1285.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here