Bursa Asia Terpukul Resesi Global, Hang Seng Cetak Untung

616

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham Asia-Pasifik hari Kamis (15/08) ditutup mixed pasca ambruknya ketiga indeks utama bursa saham AS yang jatuh sekitar 3 persen semalam karena kekhawatiran munculnya resesi global di tengah ketegangan perdagangan AS-China yang berkepanjangan.

Namun bursa saham China membalikkan kerugian awal dengan ditutup lebih tinggi, dengan saham perumahan menguat setelah data menunjukkan harga rumah baru China naik pada Juli. Saham teknologi juga melonjak karena Beijing lebih menekankan pada kemandirian dan mengembangkan teknologi asli.

Indeks Shanghai Composite naik tipis 6,88 poin atau 0,25 persen menjadi 2.815,80 sementara indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 0,76 persen menjadi ditutup pada 25.495,46.

Kerugian terjadi pada perdagangan saham Jepang yang ditutup lebih rendah karena yen lebih tinggi dan membebani saham eksportir. Indeks Nikkei berakhir turun 249,48 poin atau 1,21 persen pada 20.405,65 setelah mencapai terendah 20.184,85, level terendah sejak 6 minggu.

Sehingga saham pembuat mobil Toyota Motor, Nissan Motor, Honda Motor dan Mazda Motor turun antara 0,9 persen dan 1,7 persen karena yen menguat di tengah meningkatnya penghindaran risiko. Canon turun 2 persen, Panasonic merosot 2,6 persen dan Sony turun 1,3 persen.

Bursa saham Australia anjlok karena sinyal resesi membuat pasar dunia panik. Indeks acuan ASX 200 anjlok 187,80 poin atau 2,85 persen menjadi 6.408,10 di tengah aksi jual berbasis luas.

Saham yang paling terpukul yaitu saham perbankan besar dengan anjlok sekitar 3 persen, demikian juga saham tambang turun antara 2,7 persen dan 4,4 persen.

Kawasan pasifik lainnya juga jatuh di bursa saham Selandia Baru, dengan indeks acuan NZX 50 berakhir turun 145,65 poin atau 1,34 persen pada 10.704,11 dengan saham besar seperti A2 Milk Company dan Vista Group turun 2-3 persen.

Untuk perdagangan saham di bursa Korea Selatan dan India ditutup untuk liburan publik negara tersebut.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here