Review Forex: Kekuatan Dolar AS 5 Hari Berturut Diserang Profit Taking

431

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu Rabu (21/08) dolar  AS  yang diperdagangkan lemah sepanjang sesi ditutup retreat dari puncak tertinggi 3 pekan dan bullish 5 hari berturut. Sentimen negatif yang menekan dolar secara indeks dan juga terhadap rival utama lainnya datang dari imbal hasil obligasi AS yang turun.

Selain itu fokus pasar sedang tertuju pada rilis  risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juli, dan juga pidato Jerome Powell di simposium di Jackson Hole akhir pekan ini. Investor menanti sinyal arah kebijakan selanjutnya untuk jalur penurunan suku bunga bank sentral Amerika tersebut.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya  ditutup melemah 0,2 persen dari penutupan sebelumnya ke 98.15. Indeks sempat menjulang di posisi tinggi 3 pekan pada kisaran 98.45 dan kemudian sempat terkoreksi di posisi terendah di 98.12.

Terhadap euro, dolar AS melemah dengan turun sekitar 0,2 persen ke 1,1109 sebelum naik tipis ke 1,1101. Terhadap Poundsterling, juga turun 0,35% di posisi 1,2171, meskipun sempat menunjukkan beberapa kekuatan di awal sesi.Demikian juga Yen Jepang menguat terhadap dolar, dengan kenaikan  hampir 0,4% menjadi 106,20 dolar.

Aussie naik 0,2% terhadap dolar, naik ke posisi 0,6778. Risalah pertemuan Reserve Bank of Australia pada bulan Agustus mengatakan bank sentral akan mempertimbangkan pelonggaran moneter lebih lanjut jika diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan inflasi yang berkelanjutan. Risalah mengatakan bank meninjau berbagai langkah pelonggaran kebijakan yang tidak konvensional.

Terhadap loonie atau dolar Canada, dolar AS turun sedikit di 0,9779, dan terhadap franc Swiss, dolar alami penurunan hampir 0,4% ke 0,9779. Data dari Administrasi Pabean Federal menunjukkan bahwa ekspor Swiss turun pada bulan Juli. Ekspor turun 1,8% di bulan Juli, setelah naik 2,5% di bulan Juni. Pada saat yang sama, impor turun 0,5% menyusul penurunan 1,3% pada bulan Juni.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here