Review Forex: Pelemahan Dolar AS Terbatas, Hanya Kuat Lawan Kurs Komoditas

427

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu Jumat (23/08) dolar AS tetap lemah karena investor melihat ke depan untuk petunjuk tentang pemotongan stimulus atau suku bunga dari Federal Reserve pada simposium di Jackson Hole, Wyoming pada hari Jumat.

Setelah risalah pertemuan akhir Juli Federal Reserve, yang dirilis pada hari Rabu gagal memberikan petunjuk yang jelas tentang pemotongan suku bunga di masa depan, fokus sekarang telah bergeser ke pidato mendatang ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole.

Indeks dolar turun 0,1% ke posisi 98,20, setelah sempat turun ke posisi terendahnya di posisi 98,08 pada sesi Amerika semalam. Indeks tetap turun meskipun posisi imbal hasil obligasi jangka panjang menguat.

Terhadap euro, dolar turun tipis di 1,1084, setelah pulih dari posisi rendahnya di 1,1114. Terhadap Pound Sterling Inggris, dolar AS melemah menjadi 1,2254, kehilangan lebih dari 1%, dengan mata uang Inggris menguat tajam terhadap sebagian besar rival utama setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa dia belum menetapkan batas waktu 30 hari bagi Inggris untuk menemukan solusi untuk Irlandia mundur.

Poundsterling juga didukung oleh komentar dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengatakan Perjanjian Brexit dapat diamandemen untuk memungkinkan Inggris meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan. Komentar oleh Macron telah menambahkan pandangan bahwa ada kemauan oleh UE untuk berbicara dengan Inggris tentang masalah kesepakatan Brexit yang pada akhirnya dapat mencegah Brexit ‘tidak ada kesepakatan’ yang terjadi pada 31 Oktober.

Terhadap Yen, dolar AS turun 0,18% pada 106,43 yen, setelah bergerak antara 106,26 dan 106,65 semalam.

Di antara mata uang komoditas dolar AS perkasa pasca anjlok parah harga minyak mentah, Aussie turun lebih dari 0,3% terhadap dolar dengan pair di 0,6757 dan Loonie turun sedikit di $ 1,3300,dengan pasangan USDCHF naik 0,18% di 0,9837.

Untuk berita rilis ekonomi, data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja mengatakan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS turun jauh lebih dari yang diharapkan dalam pekan yang berakhir 17 Agustus, turun 12.000 menjadi 209.000.

Sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh Conference Board menunjukkan surveynya tentang indikator ekonomi utama AS naik lebih dari yang diperkirakan 0,5% pada bulan Juli. Indeks turun 0,1% di bulan Mei dan Juni.

Investor juga sedang menunggu KTT Kelompok Tujuh akhir pekan ini untuk petunjuk tentang langkah-langkah tambahan apa yang mungkin diambil para pembuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here