Saat Bursa Asia Untung, Kospi Terpukul Sengketa Dengan Jepang

769

(Vibiznews – Index) – Perdagangan mayoritas bursa saham utama Asia-Pasifik akhir pekan hari Jumat (23/08) masih ditutup dengan kuat kecuali yang terjadi di bursa saham Korea Selatan dan juga Indonesia. Kuatnya bursa saham kawasan Asia karena merespon dini pidato Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole malam ini untuk petunjuk tambahan tentang prospek suku bunga.

Tekanan lanjutan yang terjadi di bursa Seoul melanjutkan kerugian perdagangan sebelumnya oleh karena ketegangan Jepang-Korea Selatan meningkat. Indeks Kospi turun 2,71 poin atau 0,14 persen pada 1.948,30 karena Seoul membatalkan pakta berbagi intelijen dengan Tokyo karena sengketa perdagangan.

Bursa saham China beringsut lebih tinggi setelah laporan administrasi Trump berencana untuk negoisasi ada di bulan September. Indeks Shanghai Composite naik tipis 13,99 poin, atau 0,49 persen, menjadi 2.897,43. Secara mingguan indeks kuat 2,6 persen yang membukukan kenaikan mingguan terbaik sejak akhir Juni.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik setengah persen menjadi 26.179,33 meskipun para aktivis di Hong Kong bersiap untuk mengunci tangan di seluruh kota.

Bursa saham Jepang menguat, berkat pelemahan yen dan kenaikan saham pertahanan karena pertikaian diplomatik dengan Korea Selatan meningkat. Indeks Nikkei naik 82,90 poin atau 0,40 persen menjadi 20.710,91. Saham Eksportir Honda Motor, Sony, Tokyo Electron dan Subaru Corp naik antara setengah persen dan 1,6 persen.

Pasar saham Australia naik moderat untuk membukukan kenaikan mingguan pertama dalam 4 pekan, disupport kinerja saham keuangan dan real estat. Indeks acuan ASX 200 naik 21,30 poin atau 0,33 persen menjadi 6.523,10.

Saham Selandia Baru turun tajam, dengan indeks acuan NZX 50 berakhir turun 102,87 poin atau 0,96 persen menjadi 10.622,35. Perusahaan susu a2 Milk memimpin kerugian hingga anjlok 3,4 persen.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia turun 0,1 persen setelah bank sentral negara itu secara tak terduga memangkas suku bunga utamanya untuk bulan kedua berturut-turut dalam upaya untuk mendukung pertumbuhan di tengah perlambatan global.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here