Harga Minyak Sawit Turun Dipicu Penurunan Harga Minyak Kedelai

1467

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit turun lebih besar dari 1% karena tekanan dari turunnya harga minyak nabati lain dan India akan meningkatkan pajak impor terhadap minyak sawit Malaysia.

Harga minyak sawit Nopember di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 1.4% menjadi 2,221 ringgit ($530) perton, penurunan terbesar dalam sehari sejak pertengahan Agustus. Sebelumnya sempat turun 1.6% menjadi $2,216 ringgit harga terendah sejak 22 Agustus.

Pada saat pasar dibuka harga sudah berjalan mengikuti melemahnya harga minyak nabati di China Dalian Commodity. Harga turun setelah terjadi kenaikan yang cepat sampai mencapai harga tertinggi enam bulan pada hari Senin.

Departemen Perdagangan India hari Senin menaikan tariff bea masuk menjadi 50% dari tariff sebelumnya sebesar 45%, karena harga minyak nabati dari luar negeri lebih murah dari harga minyak nabati dari dalam negeri. Kenaikan bea masuk dikenakan supaya harga di dalam negeri bisa lebih murah sehingga para pedagang membeli minyak nabati dari dalam negeri. Pajak impor untuk CPO yang dikenakan India sebesar 40% sedangkan untuk refined Palm Oil pajak yang dikenakan 50%. Pajak Impor refined palm oil sebesar 45% sudah merupakan perjanjian bersama antara kedua Negara sejak bulan Januari.

Faktor penurunan harga lainnya adalah harga minyak kedelai di CBOT turun 0.2% sementara harga minyak kedelai di Dalian Exchange turun 0.1%. Harga minyak sawit September di Dalian turun 0.2%.

Tehnikal analisis untuk minyak sawit support pertama di 2,122 ringgit, berikutnya ke 2,072 ringgit sedangkan resistant pertama di 2,233 ringgit dan berikut ke 2,244 ringgit.

Loni T/ Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here