Berkurangnya Ekspor Jagung Memicu Turunnya Harga Jagung

485

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung kembali turun pada penutupan pasar hari Selasa karena laporan ekspor mingguan berkurang, permintaan jagung untuk dibuat etanol berkurang karena kebijakan dari Presiden Trump.

Harga Jagung Desember di CBOT turun 8 ¾ sen menjadi $3.6160 perbushel.

Laporan mingguan dari Export Inspection ada pengiriman 355,411 MT jagung pada minggu sampai 29 Agustus. Jumlah ini turun 45.03% dari minggu sebelumnya dan hanya ¼ nya dari tahun lalu pada periode yang sama di tahun 2018.

NASS melaporkan 450.78 mbu dari jagung digunakan untuk etanol pada bulan Juli. Lebih rendah 1.2% dari bulan Juni, dan turun 6.34% dari tahun lalu.

Laporan Ekspor Jagung Brazil di bulan Agustus totalnya 7.653 MMT naik 21.16% dari Juli dua kali lipat dari tahun lalu. Brazil meningkatkan jumlah impor etanol yang bebas bea masuk menjadi sebesar 198 juta galon pertahun, naik 25% dari tahun lalu.

USDA akan melaporkan laporan produksi minggu depan, hasil panen jagung menjadi faktor utama untuk kenaikan dan penurunan harga.USDA akan menurunkan perkiraan hasil panen karena pengaruh cuaca tidak menentu dan buruknya permintaan.

Permintaan Jagung AS menurun karena melambatnya ekspor dan permintaan domestik berkurang karena persetujuan dari Presiden Trump untuk produksi etanol hanya bagi 31 pabrik penyulingan kecil.

Analisa tehnikal bagi jagung dengan support pertama di $3.69 dan berikut ke $3.66 sedangkan resistant di $3.77 dan berikut $3.81.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here