Berlakunya Tarif AS-China dan Ketidakpastian Brexit Mencemaskan Pasar Global

553

(Vibiznews-Market Mover) Berlakunya pengenaan tarif perang dagang antara Amerika Serikat dan China menekan pasar global.

Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif 15% untuk berbagai barang China pada hari Minggu seperti alas kaki, jam tangan pintar, televisi layar datar, sedangkan China memberlakukan bea masuk baru terhadap minyak mentah AS. Hal ini menandakan peningkatan terbaru dalam perang dagang yang terus berlangsung.

Peningkatan ketegangan perang dagang AS-China m memicu perlambatan global, membuat pasar saham global tertekan, baik bursa Wall Street, Asia dan Eropa mengalami kelemahan. Demikian juga pasar minyak tertekan, karena perlambatan global dapat menekan permintaan minyak.

Ketidakpastian mengenai Brexit juga menjadi perhatian, dimana Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengindikasikan dapat menyelenggarakan pemilihan umum untuk memblokir upaya anggota parlemen untuk mencegah Brexit yang tidak memiliki kesepakatan.

Sentimen ini mempengaruhi pasar forex, dengan mata uang poundsterling jatuh terlemah 3 tahun terhadap dollar AS. Demikian juga Euro tertekan karena kekuatiran suku bunga negatif. Dollar AS yang tadinya bertahan akhirnya turun karena kekhawatiran perlambatan global.

Sebaliknya harga Emas bangkit seiring meningkatnya ketegangan perang dagang AS-China.

Kedua sentimen ini, baik perkembangan perang dagang AS-China dan Ketidakpastian Brexit diperkirakan akan terus menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar minggu ini. Sentimen lain yang perlu diperhatikan juga adalah data manufaktur berbagai negara dan non farm payroll AS pada jumat mendatang.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here