GBP/USD Naik Ke Mendekati 1.2200 Dengan Memudarnya Kemungkinan Hard Brexit

443

(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan disekitara 1.2189, sudan 200 poin lebih diatas kerendahan kemarin. Kemenangan oposisi pada hari Selasa menurunkan kemungkinan akan terjadinya Brexit tanpa kesepakatan. Hari-hari yang sibuk lainnya menunggu para pembuat undang-undang. Lemahnya angka PMI Jasa membatasi keuntungan yang sedang terjadi.

GBP/USD memperoleh daya tarik “follow through” yang kuat pada hari Rabu dan membangun pada kebangkitan intraday yang solid pada sesi sebelumnya disekitar 150 pips dari sub-level 1,20 atau dekat kerendahan tiga tahun.

Jumpa pertama Boris Johnson dengan parlemen berakhir dengan kerugian yang memalukan. Perdana Menteri yang baru telah kehilangan control atas agenda Dewan – dan partainya. Dengan suara 328 melawan 301, Anggota Parlemen Inggris menyetujui pergerakan untuk memegang kontrol atas agenda dalam upaya memaksa pemerintah untuk menghindari Brexit yang tanpa kesepakatan.

 

Sterling yang sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak tahun 2016 pada awal hari Selasa, sekarang sedang bangkit dengan menjadi jelasnya bahwa oposisi sedang berjalan dalam jalur kemenangan. Dan poundsterling juga telah memperpanjang keuntungannya setelah pemungutan suara.

Bekas Perdana Menteri Theresa May dulu menderita dari pemberontakan Brexiteers- termasuk Johnson – dan sekarang datang pembalasan dari Remainer. Tidak kurang dari 21 anggota parlemen yang konservatif , termasuk menteri senior yang terdahulu –memberikan suaranya menentang pemerintah. Konsekwensinya mereka diusir dari Partai. Bahkan sekalipun mereka berkelahi agar tetap Tories, Johnson telah kehilangan mayoritasnya di parlemen setelah koleganya Phillip Lee melompat kapal dan bergabung dengan Liberal Demokrat yang setia pro Remain.

Mark Carney, Gubernur dari Bank of England, akan muncul di depan komite parlemen hari ini nanti, untuk memberikan testimony atas Laporan Inflasi Kuartalan. Carney dan koleganya kemungkinan akan mengulangi pesan mereka yang datar – segala sesuatu bergantung kepada Brexit.

Dolar AS telah mengalami tekanan setelah Manufacturing PMI AS meleset dengan 49.1 poin – kontraksi. Ketakutan akan terjadinya resesi di AS semakin meningkat.

Secara tehnikal, “support” awal menunggudi 1.2185 yang apabila berhasil dilewati, akan lanjut ke 1.2177 dan kemudian 1.2165. Sedangkan “resistance” awal menunggu di 1.2197 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2202 dan 1.2214.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here