Review Forex: Dolar AS Terjun Dari Puncak Tinggi 2 Tahun

740

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika Rabu (04/09) dinihari, dolar AS ambruk dari puncak tertinggi lebih dari 2 tahun yang dicapai awal sesi Asia di tengah perlambatan ekonomi global dan sikap kebijakan dovish oleh sebagian besar bank sentral di seluruh dunia.

Indeks dolar AS sempat naik ke posisi tertinggi 99,37, tetapi retreat kembali  setelah data ekonomi menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur AS di bulan Agustus. Akhirnya indeks dolar ditutup turun 0,09% ke posisi 98.95 setelah dibuka pada posisi 99.03.

Euro, yang diperdagangkan pada $1,0927 pada awal sesi, pulih ke posisi $ 1,0980 sebelum kehilangan beberapa kekuatan dan jatuh ke posisi $1,0966. Inflasi harga produsen zona euro turun ke level terendah sejak akhir 2016 pada bulan Juli sebagian besar mencerminkan harga energi yang lemah, data dari Eurostat.

Poundsterling  turun ke level terendah tiga tahun mendekati $1,1960 di tengah ketidakpastian politik di AS, tetapi kemudian mendapatkan kembali beberapa kekuatan di sekitar $ 1,2080 atau naik sekitar 0,12%. Data dari survei  IHS Markit menunjukkan sektor konstruksi Inggris mengalami kontraksi untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Agustus karena pekerjaan baru mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari sepuluh tahun, mendorong optimisme bisnis untuk merosot ke level terendah selama satu dekade.

Yen naik 0,15% ke posisi 106,06 yen, setelah anjlok sampai ke  106,39 yen pada hari Jumat.  Dolar AS naik terhadap loonie di 1,3339, dan turun 0,6% terhadap Aussie di 0,6759 setelah bank sentral Australia mempertahankan suku bunganya tidak berubah.
Terhadap franc Swiss, dolar turun 0,3% pada 0,9876.

Sebuah laporan dari Institute for Supply Management hari ini menunjukkan aktivitas manufaktur AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. ISM mengatakan indeks  turun menjadi 49,1 pada Agustus setelah merosot ke 51,2 pada Juli, dengan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur.

Sementara itu, sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan pengeluaran konstruksi di AS naik tipis 0,1% ke tingkat tahunan $ 1,289 triliun pada Juli, setelah meluncur 0,7% ke tingkat Juni direvisi $ 1,288 triliun.

Presiden Donald Trump mengulangi klaimnya dalam sambutannya kepada wartawan pada hari Minggu bahwa Cina membayar tarif dengan mendevaluasi mata uang mereka. Trump mengindikasikan AS dan para pejabat Cina masih berencana untuk bertemu untuk pembicaraan perdagangan bulan ini tetapi berpendapat AS tidak dapat membiarkan China merobek kita lagi sebagai sebuah negara.

Dalam serangkaian tweetnya, Trump mengancam untuk lebih keras terhadap China jika dia memenangkan pemilihan kembali dan menolak saran bahwa dia bekerja dengan Uni Eropa untuk mengejar praktik perdagangan Tiongkok.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here