Kenaikan Bea Masuk di India, Harga Minyak Sawit Turun

708

(Vibiznews – Commodity) – Hari Senin ini hari libur di Malaysia sehingga bursa tidak dibuka. Harga minyak sawit turun, ketika India menaikan tarif bea masuk import minyak sawit dari 45% ke 50% untuk jangka waktu enam bulan.

Harga minyak sawit Nopember turun 17 ringgit menjadi 2,189 ringgit per ton pada hari Jumat

Permintaan minyak sawit Malaysia menjadi turun karena India adalah pengekspor terbesar minyak sawit Malaysia sebesar 33% dibulan Agustus 2019.

Perkiraan volume ekspor Malaysia di bulan September turun 8.2% dari bulan lalu menjadi 1.59 juta ton. Sementara dari cargo surveyor ekspor minyak sawit telah turun 15% dari tanggal 1 sampai 10 September.

Pengaruh dari kenaikan tariff bea masuk India belum dirasakan secara penuh pada bulan September, karena beberapa pengiriman sudah dikapalkan dan sedang dalam perjalanan.

India meningkatkan tariff bea masuk sampai bulan Maret 2020 dengan maksud mengurangi import minyak sawit dari Malaysia untuk meningkatkan pembelian minyak nabati dari dalam negeri.

Turunnya ekspor karena kenaikan tarif bea masuk   India  dapat berkurang karena beralih ke kenaikan  permintaan minyak sawit Cina. Permintaan Cina meningkat  merupakan pengalihan impor dari AS ke Malaysia akibat dari perang dagang Cina dan AS.

Produksi CPO di bulan September 2019 meningkat 8.9% dari bulan lalu menjadi 1.98 juta ton.

Maybank IB Research memperkirakan kenaikan dari persediaan CPO antara 2.4 juta ton sampai 2.5 juta ton di bulan September. Mereka memperkirakan bahwa persediaan akan terus naik sampai akhir 2019, karena musim panen dan ekspor yang turun. Pada akhir tahun diperkirakan persediaan CPO sebesar 2.8 juta ton.

Tehnikal analisis untuk  minyak sawit support pertama di 2,122 ringgit, berikutnya ke 2,072 ringgit sedangkan resistant pertama di 2,233 ringgit dan berikut ke 2,244 ringgit.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here