Bursa Asia Sebagian Besar Lemah; Perdagangan AS-China Masih Menjadi Sorotan

1658

(Vibiznews – Index) Bursa Saham di Asia sebagian besar turun pada hari Senin (23/09) dengan kewaspadaan investor mencermati perkembangan negosiasi perdagangan AS-China

Saham China Daratan turun, dengan indeks Shanghai turun 0,98% menjadi sekitar 2.977,08 dan indeks Shenzhen turun 0,912% menjadi sekitar 1,660,06.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,81% pada 26222.40. Saham perusahaan yang terkait dengan Fosun China mengalami penurunan, menyusul runtuhnya firma perjalanan tertua dunia Thomas Cook dimana perusahaan Tiongkok ini adalah pemegang saham terbesar di firma Inggris. Fosun Tourism turun 4,36% dan Fosun International turun 1,34%.

Indeks Kospi Korea Selatan berakhir sebagian besar datar di 2,091.70.

Sedangkan indeks ASX 200 di Australia ditutup 0,28% lebih tinggi pada 6.749,70.

Pasar di Jepang tutup pada hari Senin untuk liburan.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pada akhir pekan bahwa tim ekonomi dan perdagangan dari dua kekuatan ekonomi mengadakan diskusi konstruktif di Washington akhir pekan lalu. Mereka menambahkan bahwa AS dan China sepakat untuk tetap berhubungan.

Saham di Amerika Serikat tergelincir Jumat lalu setelah delegasi China membatalkan kunjungan ke pertanian A.S. di Montana dan pejabat Beijing kembali ke China lebih awal dari yang direncanakan, mengurangi harapan kesepakatan perdagangan yang dicapai.

Harga minyak melonjak pada sore hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional berjangka minyak mentah Brent naik 0,84% menjadi $ 64,82 per barel dan minyak mentah AS naik 0,96% menjadi $ 58,65 per barel.

Namun saham perusahaan minyak secara regional beragam. Beach Energy Australia melonjak 1,95% dan Santos naik 0,64%, sementara S-Oil Korea Selatan naik 0,49%. Sedangkan saham CNOOC China yang terdaftar di Hong Kong, tergelincir 0,95% pada jam terakhir perdagangan mereka.

Pergerakan harga minyak mentah terjadi setelah laporan seputar perusahaan minyak negara Arab Saudi Aramco, yang baru-baru ini melihat serangan di fasilitas utama. Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu bahwa perbaikan di Aramco dapat memakan waktu berbulan-bulan lebih lama dari yang diharapkan perusahaan, mengutip pejabat dan kontraktor Saudi.

Itu terjadi setelah laporan Nikkei Asian Review bahwa Aramco mengatakan kepada perusahaan penyulingan Jepang JXTG tentang potensi perubahan pengiriman, yang mempertanyakan kemampuan kerajaan untuk memasok minyak mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia akan mencermati pergerakan bursa Wall Street yang akan dipengaruhi rilis data Markit Manufacturing dan Sevices juga perkembangan perdagangan AS-China. Jika bursa Wall Street positif, akan menguatkan bursa Asia dan sebaliknya.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here