Bursa Asia Ditutup Mixed Merespon Harapan Perdagangan AS-China

749

(Vibiznews – Index) Bursa Saham di Asia berakhir mixed pada Kamis (26/09) di tengah harapan bahwa AS dan China bisa mencapai kesepakatan perdagangan segera.

Presiden AS Donald Trump mengatakan di Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada hari Rabu bahwa kesepakatan antara AS dan China bisa datang lebih cepat daripada yang dipikirkan. Dua ekonomi terbesar dunia telah berusaha menemukan kesepakatan untuk mengakhiri sengketa perdagangan mereka yang berlarut-larut yang telah berlangsung lebih dari setahun dan mengguncang pasar keuangan secara global.

Saham China Daratan turun, dengan indeks Shenzhen tergelincir 2,13% menjadi 9.464,84 dan indeks Shanghai tergelincir 0,89% menjadi sekitar 2.929,09.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,37% pada 26041.93, seiring saham raksasa teknologi China Tencent menambahkan 0,97%.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,13% menjadi ditutup pada 22.048,24 saham indeks kapital besar dan pembuat robot Fanuc melonjak 2,44%. Topix mengakhiri hari perdagangannya 0,2% lebih tinggi pada 1,623.27, setelah sebelumnya menyentuh level yang tidak terlihat sejak Desember 2018. Pergerakan itu terjadi setelah Trump mengatakan Rabu bahwa Washington dan Tokyo telah mencapai perjanjian perdagangan awal.

Saham produsen mobil Jepang juga melonjak setelah ketua Asosiasi Produsen Otomotif Jepang mengatakan negosiasi perdagangan antara Tokyo dan Washington menuju ke arah menghindari tarif mobil. Toyota naik 1,14% sementara Honda menambahkan 1,35% dan Subaru melonjak 2,19%.

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup sedikit lebih tinggi pada 2,074,52 karena saham pembuat chip SK Hynix melonjak 1,71%.

Indeks ASX 200 Australia tergelincir 0,49% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 6.677,60.

Semalam di Amerika Serikat, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 162,94 poin lebih tinggi menjadi 26.970,71. Indeks S&P 500 mengakhiri hari perdagangan 0,6% lebih tinggi pada 2.984,87 sedangkan indeks Nasdaq naik 1,1% menjadi ditutup pada 8.077,38.

Pergerakan ke atas di Wall Street terjadi ketika sentimen perdagangan positif membayangi kekhawatiran atas penyelidikan pemakzulan terhadap Trump yang diumumkan oleh Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada hari Selasa.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia akan mencermati pergerakan bursa Wall Street yang juga jika positif dengan harapan kesepakatan perdagangan AS-China, akan menguatkan bursa Asia.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here