Market Outlook, 30 September – 4 October 2019

1742

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau melemah di minggu keduanya di tengah maraknya gelombang demo di berbagai kota ditambah sentimen negatif bursa regional, sementara bursa kawasan Asia umumnya melemah dalam ketidakjelasan perkembangan negosiasi dagang. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 0.55% ke level 6,196.889. Untuk minggu berikutnya (30 September – 4 Oktober 2019), IHSG kemungkinan masih dalam bias negatif, sembari mencari peluang untuk rebound, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6276 dan kemudian 6310, sedangkan support level di posisi 6086 dan kemudian 6033.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau melemah dengan sempat rebound di hari terakhir di tengah rally dollar ke sekitar 2 tahun tertingginya, sehingga secara mingguan melemah 0.57% ke level Rp 14,165. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih bisa menanjak dalam range antara resistance di level 14,200 dan 14,235, sementara support di level Rp14,055 dan Rp13,975.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data PPI m/m pada Selasa malam; disambung dengan rilis Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya data FOMC Meeting Minutes pada Kamis dini hari serta Core CPI m/m pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data GDP m/m dan Manufacturing Production m/m Inggris pada Kamis sore; diikuti dengan rilis ECB Monetary Policy Meeting Accounts pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data New Loans China pada Rabu pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum menguat ditopang sebagai safe haven currency serta euro yang terjungkal ke 2 tahun terendahnya, dimana indeks dolar AS secara mingguan menguat ke 99.11. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tajam ke 1.0939. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1166 dan kemudian 1.1229, sementara support pada 1.0904 dan 1.0841.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2289 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2583 dan kemudian 1.2735, sedangkan support pada 1.2210 dan 1.2076. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat terbatas ke level 107.95.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.48 dan 109.32, serta support pada 106.62 serta level 105.59. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah tipis ke level 0.6765. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6895 dan 0.6917, sementara support level di 0.6687 dan 0.6676.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah di antara ketidakjelasan akhir negosiasi dagang AS – China dan kekhawatiran ancaman resesi global. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 21,878. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 22255 dan 22362, sementara support pada level 21473 dan lalu 21145. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir turun ke level 25,954. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27212 dan 27366, sementara support di 25502 dan 25249.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir melemah setelah AS berencana untuk membatasi seluruh investasinya di China. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah terbatas ke level 26,820.25, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 27306 dan 27364, sementara support di level 26717 dan 25978. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 2,961.79, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3017 dan 3027, sementara support pada level 2945 dan 2891.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi oleh penguatan mata uang dollar di pasar uang global, sehingga harga emas spot terkoreksi ke level $1,496.98 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1524 dan berikut $1557, serta support pada $1483 dan $1475.

Pasar yang terus bergejolak belakangan ini membuat banyak forum diskusi di antara kalangan investor digiatkan. “Pasar jelasnya mau ke mana?” begitu yang sering jadi topik hangat diskusi. Bukan hanya oleh faktor ekonomi, tetapi faktor geopolitik kawasan ternyata dapat memengaruhi gerakkan pasar. Memang benar hanya si “pasar” sendiri yang tahu pergerakan pasar. Namun demikian, perilaku pasar harusnya dapat dipelajari juga, bukan? Bagi mereka yang telah lama berpengalaman merasakan denyut naik turunnya pasar, biasanya akan cukup  bijak untuk melihat pasar dari sudut “bird-eye view”. Vibiznews.com pastinya punya kapabilitas itu sebagai media spesialisasi investasi yang berpengalaman. Mari bersama kami memanfaatkan gerak pasar dan jadilah investor yang ‘profitable’. Terima kasih pembaca karena telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here