Harga Minyak Sawit Kembali Turun Persediaan Meningkat

755

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit kembali turun di awal minggu karena melimpahnya persediaan akibat pembatalan import India dan peningkatan produksi.

Harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivative turun 28 ringgit (1.27% )  ke 2,157 ringgit per ton

Produksi CPO Malaysia di bulan September naik untuk bulan ke tiga naik 1.1% dari bulan lalu menjadi 1.84 juta ton karena hasil dari Sabah meningkat 9.6% dan Sarawak meningkat 5.3% tetapi produksi dari Peninsular Malaysia turun 4.2% . Produksi akan meningkat untuk satu sampai dua bulan ke depan dari Oktober sampai Nopember sebagai awal dari musim monsoon.

Secara keseluruhan produksi CPO untuk Sembilan bulan di 2019 naik 9.3% dari tahun lalu menjadi 15.19 juta ton. Diharapkan di 2019 produksi CPO akan naik ke 20 juta ton dari 19.5 juta ton di 2018.  Perkiraan Oil Word produksi CPO Malaysia di 2019 adalah sebesar 20.5 juta ton dan di 2020 sebesar 20.3 juta ton.

Export minyak sawit September turun 18.8% menjadi 1,41 juta ton, ini terjadi karena pembeli besar seperti India membeli lebih sedikit karena India menaikkan pajak bea masuk  untuk minyak sawit menjadi 50% dari 45% sebelumnya, mulai 1 September.

Ekspor ke India turun 43.6% menjadi 310,600 ton, ke Cina turun 25%  menjadi 222,500 ton dan ke Uni Eropa turun 5.2% menjadi 139.600 ton dari bulan lalu.

Ekspor 2019 sampai bulan September masih naik 15.4% dari tahun lalu menjadi 14.02 juta ton.

Persediaan minyak sawit Malaysia di Bulan September naik untuk pertama kalinya dari enam bulan berturut-turut turun naik sebesar 207,700  ton (9.3%) menjadi 2.45 juta ton. Peningkatan persediaan akan  terus terjadi  sampai akhir tahun karena pengurangan permintaan dari India.

Importir dari India menghentikan pembelian minyak sawit dari Malaysia untuk pengiriman di Bulan Nopember dan Desember. Penghentian pembelian dari India ini akan meningkatkan persediaan minyak sawit Malaysia dan menekan harga. Hal ini menguntungkan bagi Indonesia karena pembelian India bisa beralih ke Indonesia.

India membatasi impor produk-produk dari Malaysia termasuk minyak sawit sebagai reaksi terhadap kritik dari Malaysia terhadap aksi New Delhi terhadap Kashmir.

Para pedagang India merencanakan import dari Indonesia untuk menghindari bea masuk tinggi yang dikenakan terhadap minyak sawit Malaysia.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di  2,130 ringgit dan berikut ke 2,120  ringgit sedangkan resistant pertama di $2,220 dan berikut ke $2,240.

Loni T / Analyst Vibiz Learning Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here