Penguatan Real Brazil Meningkatkan Harga Kopi Arabika

389

(Vibiznews – Commodity)  – Harga kopi naik konsolidasi,  karena penguatan real Brazil di akhir minggu, walaupun pada minggu lalu harga kopi bergerak sideways dan data-data menunjukan penurunan harga karena produksi meningkat.

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York naik $2.80 (3.01%) menjadi $95.70 perpound dan harga kopi robusta di ICE London naik 1.96%.

Harga kopi Arabika Desember naik tertinggi satu minggu karena penguatan kurs real Brazil terhadap dolar. Kurs real menguat 1.13 % terhadap dolar pada hari Jumat membuat ekspor Brazil berkurang karena harganya mahal bagi pembeli luar negeri.

Harga kopi bergerak sideways minggu ini dan konsolidasi dari terendah sekarang ini. Harga kopi Arabika konsolidasi dari harga terendah 1 ½ bulan dan harga kopi robusta Januari konsolidasi dari sebelas tahun terendah pada hari Rabu.  Kenaikan harga kopi terhenti pada minggu ini karena melimpahnya persediaan kopi.

Laporan dari US Green Coffee Association pada hari Selasa persediaan green coffee naik 14% dari tahun lalu ke tertinggi dua tahun menjadi 7.352 juta kantong.

Faktor negatif untuk harga kopi pada minggu lalu juga terjadi karena tanaman kopi berbunga sangat lebat yang akan menyebabkan panen kopi meningkat demikian laporan dari RR Consultoria Rural di Mina Gerais, daerah pertanian terbesar.

Untuk robusta kopi, di Vietnam pada hari Kamis lalu dilaporkan ekspor kopi September turun 19.1% dari bulan lalu menjadi 92,347 MT dan dari Januari sampai September ekspor turun 12.5% dari tahun lalu menjadi 1.27 MMT.

Faktor positif  membuat harga kopi naik adalah monitoring dari ICE persediaan kopi Arabika turun ke tiga belas bulan terendah menjadi 2.235 juta kantong pada hari Kamis.

Gambaran Pasar Kopi : Produksi kopi di dunia (Oktober – September) 2018/2019 naik 3.9% dari tahun lalu sehingga mencapai rekor 169.727 juta kantong dengan konsumsi global naik 2.1% dari tahun lalu menjadi 164.769 juta kantong. Surplus kopi dunia 2018/19 naik menjadi 4.958 juta kantong dari surplus 2017/18 sebesar 2.046 juta kantong.

Laporan USDA produksi global 2018/19 naik 7.1% dari tahun lalu mencapai rekor 171.166 juta kantong dan persedian akhir global 2018/19 naik 11.6% menjadi tiga tahun tertinggi menjadi 32.812  juta kantong.

Analisa tehnikal kopi Arabika dengan support pertama $91 dan berikut ke $88 sedangkan resistant pertama di $98 dan berikut $99

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here